BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Enam pelajar yang melakukan tawuran menggunakan celurit dan viral di sosial media kini meminta maaf dan mendeklarasikan tak ingin mengulangi perbuatan seperti itu lagi.
"Saya menyesal terkait video viral kemarin. Saya sebagai siswa stop anti tawuran jadilah siswa yang berprestasi dan menjadi kebanggaan sekolah, orangtua serta kebanggaan bangsa Indonesia. Tetap semangat dan stop aksi tawuran," ujar ARH salah satu pelajar yang sempat diamankan kepolisian, di Polres Metro Bekasi Kota, Senin (10/10/2022).
Di hadapan para orang tua dan awak media, ARH pun menjelaskan duduk perkara insiden tawuran terjadi di samping jalan tol Cikunir.
Ia mengaku karena ditantang oleh sekolah lain untuk melakukan aksi tawuran.
"Ditantang sama sekolah lain," ungkap ARH.
Pengakuan ARH, tawuran yang dilakukan tak ada unsur suruhan dari para seniornya, mereka melakukan dengan kemauan sendiri.
"Tidak, kemauan dari diri sendiri aja," jelasnya.
Ia mendapatkan senjata tersebut membelinya di sosial media Facebook.
Dalam video yang beredar berdurasi 1 menit 8 detik, aksi tersebut tidak ditemukan adanya korban jiwa, namun satu motor jadi sasarannya.
"Saya beli di sosial media yakni Facebook. Saya beli sendiri, terus yang lain ada yang patungan seadanya dengan cara nyicil," ungkapnya.
Pelajar tersebut melakukan aksi tawurannya pada 25 Juli 2022 lalu.
Sementara, pada 7 Oktober 2022, polisi berhasil menangkap para pelajar tersebut.
Dari pengakuannya, keenam pelajar hanya ingin mencari eksistensi dan jati diri agar ditakuti oleh sekolah lain.
"Ingin mencari jadi diri saja, supaya disegani orang-orang," pungkasnya.
Ke-enam pelajar yang sempat ditangkap Polres Metro Bekasi Kota dan Polsek Bekasi Selatan, kini telah dipulangkan oleh orang tuanya.
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hengki pun, menjadikan keenam pelajar sebagai duta anti tawuran.
"Nah ini kita jadikan itu (duta anti tawuran) supaya benar-benar alami, tidak dibuat-buat itu berdasarkan pernyataan yang bersangkutan," ujar Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Hengki.
