Sementara, pada 7 Oktober 2022, polisi berhasil menangkap para pelajar tersebut.
Dari pengakuannya, keenam pelajar hanya ingin mencari eksistensi dan jati diri agar ditakuti oleh sekolah lain.
"Ingin mencari jadi diri saja, supaya disegani orang-orang," pungkasnya.
Ke-enam pelajar yang sempat ditangkap Polres Metro Bekasi Kota dan Polsek Bekasi Selatan, kini telah dipulangkan oleh orang tuanya.
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hengki pun, menjadikan keenam pelajar sebagai duta anti tawuran.
"Nah ini kita jadikan itu (duta anti tawuran) supaya benar-benar alami, tidak dibuat-buat itu berdasarkan pernyataan yang bersangkutan," ujar Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Hengki.
