5 Skandal Pemicu PM Boris Johnson Didesak Mundur

Kamis 07 Jul 2022, 19:43 WIB
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. (Foto: Instagram.com/ borisjohnsonuk)

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. (Foto: Instagram.com/ borisjohnsonuk)

Istilah "Partygate" diciptakan untuk merujuk pada skandal partai-partai yang diadakan di pemerintahan, termasuk di kantor Downing Street milik Johnson sendiri, yang ditemukan telah melanggar aturan penguncian COVID-19 yang ketat.

Johnson sendiri didenda oleh polisi karena menghadiri pesta ulang tahun, dan dipaksa untuk meminta maaf kepada Ratu Elizabeth setelah diketahui staf berpesta di Downing Street pada malam pemakaman suaminya Pangeran Philip pada April 2021.

Dia duduk sendirian di pemakaman karena pencampuran di dalam ruangan dilarang.

Sebuah laporan oleh seorang pegawai negeri senior memberikan laporan yang memberatkan tentang serangkaian pesta penguncian ilegal, merinci contoh konsumsi alkohol dan muntah staf yang berlebihan.

Parlemen masih menyelidiki apakah Johnson berulang kali menyesatkan anggota parlemen ketika dia menyangkal mengetahui adanya pihak ilegal.

Johnson mengatakan dia dengan tulus percaya pada saat itu bahwa pertemuan tidak melanggar hukum, tetapi sekarang dia menerima bahwa dia salah.

3. Skandal Seks Lainnya

Anggota parlemen konservatif Imran Ahmad Khan mengundurkan diri setelah dinyatakan bersalah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang anak laki-laki berusia 15 tahun.

Neil Parish, anggota parlemen Konservatif lainnya, mengundurkan diri setelah mengakui telah  dua kali menonton pornografi di teleponnya di House of Commons. 

Anggota parlemen Konservatif lainnya telah ditangkap karena dicurigai melakukan pemerkosaan, penyerangan seksual, dan pelanggaran lainnya. Anggota parlemen itu ditebus pada Mei dan belum diidentifikasi di media untuk melindungi identitas tersangka korban.

4. Skandal Owen Paterson

Pada Oktober 2021, Komite House of Commons merekomendasikan penangguhan 30 hari untuk anggota parlemen Konservatif Owen Paterson.

Panitia mengatakan dia melanggar aturan lobi, untuk mencoba menguntungkan perusahaan yang membayarnya.

Tetapi Partai Konservatif memilih untuk menghentikan penangguhannya, dan membentuk komite baru untuk melihat bagaimana penyelidikan dilakukan.

Setelah protes, Paterson akhirnya mengundurkan diri. Johnson kemudian mengakui bahwa dia telah "menabrak aturan" dalam penanganan kasusnya.

5. Renovasi Apartemen Pribadi


Berita Terkait


News Update