Jadi, menurut Mulyanto, melonjaknya harga energi dunia, tidak otomatis harus diikuti dengan kebijakan kenaikan harga BBM dan LPG domestik.
Mulyanto juga meminta pemerintah untuk mengembangkan berbagai opsi kebijakan yang inovatif yang tidak memicu inflasi dan membebani rakyat di saat pandemi Covid-19 yang belum usai ini.
Misalnya dalam jangka pendek, substitsui LPG dapat dilakukan dengan kompor listrik atau gas alam, apalagi kalau gas alam ini dijual dalam bentuk tabung.
Selain itu, pemerintah perlu meningkatkan eksplorasi dan produksi migas di lapangan eksisting. Pasalnya, dengan harga yang tinggi investasi migas menjadi semakin kondusif.(*)
