Masalah Sama, Perlakuan Bisa Beda

Rabu 02 Feb 2022, 09:45 WIB
Disebut adil jika memberikan sesuatu sesuai porsinya, sepadan dengan yang menjadi haknya. (Ilust/poskota)

Disebut adil jika memberikan sesuatu sesuai porsinya, sepadan dengan yang menjadi haknya. (Ilust/poskota)

Terjadi dialog seorang kakek dengan cucunya. Sang cucu protes karena kakeknya pilih kasih.

Kemarin ketika cucu tetangga bertamu dibelikan kue lebih banyak, harganya pun lebih mahal, sementara cucunya sendiri ala kadarnya.

“Bukankah itu pilih kasih kek?” protes cucunya.

Sang kakek pun tertawa sambil memeluk cucunya. Bukan begitu maksudnya.

Kita wajib menghargai tamu. Siapapun yang datang ke rumah kita berikan yang terbaik, lagipula saat itu dia lebih membutuhkan kue tersebut.

Jadi bukan pilih kasih, tetapi kita memberikan perhatian kepada orang yang memang sedang membutuhkan. Sebut saja dalam pelayanan, tentu sesuai nomor  antrian.

Jika nomor buncit, mendapat pelayanan lebih awal, itu namanya tidak adil.

Tetapi bisa terjadi, karena lagi sakit atau tidak kuat berdiri, lebih didahulukan. Bagi orang yang tidak mengetahui masalahnya akan mengatakan tidak adil, baru datang kok segera dilayani.

Namun bagi yang mengetahui persis, akan berkata itulah keadilan.

Lain halnya, hanya karena kerabat pejabat maka dinomor satukan, sementara orang lain yang memiliki hak yang sama, di nomor dua atau tigakan. Ini namanya pilih kasih, memihak, berat sebelah atau tidak adil.

Disebut adil jika memberikan sesuatu sesuai porsinya, sepadan dengan yang menjadi haknya.


News Update