Anggota DPRD Temu Kather Kok di Toilet Tetangganya

Rabu 02 Feb 2022, 07:30 WIB
Naih ini dia. (Ilust/poskota)

Naih ini dia. (Ilust/poskota)

Ada-ada saja kelakuan oknum DPRD Limbata (NTT) ini. Sebagai politisi kepak sayap asmara
Faisul, 40, menyasar ke bini tetangga sendiri, Ny. Tanti, 35.

Beberapa hari lalu Faisul digerebek suami Tanti, karena kepergok temu kather (alat vital) di toilet. Tentu saja suami ngamuk dan istri pun dihajarnya.

Anggota DPR dan DPRD punya kewajiban di masa reses, yakni ketemu kader di daerah pemilihnya. Di sana dia menampung segala usulan dan permasalahan yang ada di wilayah tersebut.

Tapi yang namanya anggota dewan itu kan manusia biasa, dia tak hanya punya syahwat kekuasaan, tapi juga syahwat keperempuanan.

Akibatnya dia bisa keluar dari rel wakil rakyat, bini tetangga sendiri direken macam rakyat di dapilnya, sehingga kewajiban temu kader malah berubah jadi ketemu kather alias berzina dengan tetangga sendiri. 

Sebagai anggota DPRD Limbata, Faisul punya kewajiban temu kader di wilayah Dapilnya, paling tidak di masa reses.

Tapi politisi muda satu ini malah rajin mengepakkan sayap-sayap asmaranya. Dia diam-diam kena juga penyakit virus Subita- 22, gara-gara mengincar Ny.

Tanti bini tetangga sendiri. Asal melihat lenggang-lenggok bini Jokiman, 38, itu otaknya langsung berpikir yang mboten-mboten saja.

Lupa pada statusnya yang anggota dewan, dia mencoba mendekati Ny. Tanti.

Mungkin karena melihat status sosial Faisul yang selalu disebut “anggota dewan yang
terhormat, langsung saja Tanti memberikan lampu hijau, disusul menggelar karpet merh
dan terakhir menggelar kasur untuk menuntaskan gejolak asmaranya.

Ketika suami tak di rumah, mulailah Faisul mengembangkan kepak-kepak asmaranya. Seperti yang terjadi belum lama ini.

Baru pukul 22:00 dia pamitan ke suami bahwa mau ke toilet yang posisinya di luar rumah. Tapi sampai 30 menit kok tak kunjung balik ke kamar, sehingga disusulnya, takut terjadi apa-apa.

“Lama amat di kamar mandi, Ma.” Kata Jokiman. Tapi istrinya menjawab pendek bahwa mulesnya belum sembuh, mungkin salah makan.

Memang betul rupanya, Tanti salah makan dalam arti makan suami tetangga sendiri! 

Penasaran dengan kondisi itu, Jokiman lalu mendekati toilet itu.

Ternyata mendengar suara bisik-bisik, “Kamu nanti harus siap diinterpelasi suamiku.”

Tentu saja Jokiman kaget, kok ada istilah kedewanan dibawa-bawa, berarti dia ngomong dengan
seorang politisi. Padahal tetangganya yang jadi politisi ya hanya Faisul.

Yang bikin bingung logika Jokiman, kenapa justru anggota DPRD yang diinterpelasi, bukannya
DPRD yang kerjaannya menginterpelasi Kepala Daerah. 

Saking penasarannya, lalu diintipkan kamar mandi tersebut. Buju buneng..., ternyata Tanti sedang berhubungan intim dengan cara berdiri dengan Faisul. Pintu pun didobrak, dan setengah loncat Faisul melarikan diri.

Yang jadi sasaran kemudian Tanti sendiri, dia dipukul berulang kali. Baru berhenti ketika dicegah oleh anak-anaknya. 

“Sudah Pak, sudah! Kasihan ibu.”

Lihat juga video “Kota Tua Tetap jadi Pilihan Warga untuk Berwisata Meski Pandemi Covid-19 Masih Terjadi”. (youtube/poskota tv)

Malam itu juga dia mencari Faisul ke rumahnya, ya jelas nggak ada. Ya baru kalo ini ada anggota dewan setelah “studi banding” dengan bini tetangga kok kabur-kaburan.

 Malam itu juga Jokiman melaporkan Faisul ke Polres Limbata, minta oknum wakil rakyat yang malah “temu kather” dengan bini orang, diproses secara hukum. 

Bagi Faisul agaknya studi banding itu artinya bandingkan rasa bini sendiri dan bini orang! (HTS)


Berita Terkait


News Update