Baru pukul 22:00 dia pamitan ke suami bahwa mau ke toilet yang posisinya di luar rumah. Tapi sampai 30 menit kok tak kunjung balik ke kamar, sehingga disusulnya, takut terjadi apa-apa.
“Lama amat di kamar mandi, Ma.” Kata Jokiman. Tapi istrinya menjawab pendek bahwa mulesnya belum sembuh, mungkin salah makan.
Memang betul rupanya, Tanti salah makan dalam arti makan suami tetangga sendiri!
Penasaran dengan kondisi itu, Jokiman lalu mendekati toilet itu.
Ternyata mendengar suara bisik-bisik, “Kamu nanti harus siap diinterpelasi suamiku.”
Tentu saja Jokiman kaget, kok ada istilah kedewanan dibawa-bawa, berarti dia ngomong dengan
seorang politisi. Padahal tetangganya yang jadi politisi ya hanya Faisul.
Yang bikin bingung logika Jokiman, kenapa justru anggota DPRD yang diinterpelasi, bukannya
DPRD yang kerjaannya menginterpelasi Kepala Daerah.
Saking penasarannya, lalu diintipkan kamar mandi tersebut. Buju buneng..., ternyata Tanti sedang berhubungan intim dengan cara berdiri dengan Faisul. Pintu pun didobrak, dan setengah loncat Faisul melarikan diri.
Yang jadi sasaran kemudian Tanti sendiri, dia dipukul berulang kali. Baru berhenti ketika dicegah oleh anak-anaknya.
“Sudah Pak, sudah! Kasihan ibu.”
Lihat juga video “Kota Tua Tetap jadi Pilihan Warga untuk Berwisata Meski Pandemi Covid-19 Masih Terjadi”. (youtube/poskota tv)
Malam itu juga dia mencari Faisul ke rumahnya, ya jelas nggak ada. Ya baru kalo ini ada anggota dewan setelah “studi banding” dengan bini tetangga kok kabur-kaburan.
Malam itu juga Jokiman melaporkan Faisul ke Polres Limbata, minta oknum wakil rakyat yang malah “temu kather” dengan bini orang, diproses secara hukum.
