Fakta Baru! Kecelakaan TransJakarta, Hasil Sementara KNKT Temukan Keluhan Sopir Mengantuk dan Merasa Kelelahan Saat Bertugas Karena Jalur yang Sempit

Minggu 12 Des 2021, 02:02 WIB
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, penyelidikan kecelakaan TransJakarta, hasil sementara KNKT temukan keluhan sopir mengantuk dan merasa kelelahan saat bertugas karena jalur yang sempit. (Foto/cr02) 

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, penyelidikan kecelakaan TransJakarta, hasil sementara KNKT temukan keluhan sopir mengantuk dan merasa kelelahan saat bertugas karena jalur yang sempit. (Foto/cr02) 

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Penyelidikan kecelakaan TransJakarta, hasil sementara KNKT temukan keluhan sopir mengantuk dan merasa kelelahan saat bertugas karena jalur yang sempit.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih terus melakukan investigasi guna mencari sebab terjadinya rentetan kasus kecelakaan bus TransJakarta dalam beberapa waktu terakhir. 

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono menyampaikan dari hasil investigasi sementara, pihaknya menemukan masalah sopir mengantuk dan merasa kelelahan saat bertugas. 

"Kita sudah dapat diskusi dari pengemudi, keluhan mereka ngantuk. Kenapa mengantuk? Ternyata mereka berjalan di koridor yang sempit itu," ucap Soerjanto di kantor PT TransJakarta, Cawang, Jakarta Timur, belum lama ini.

Kata Soerjanto, para sopir bus TransJakarta itu mengaku mengemudikan bus dalam jalur yang dibatasi beton memerlukan konsentrasi lebih ketimbang mengemudi di jalur biasa kendaraan umum. 

Faktor sopir mengantuk serta kelelahan saat bertugas ini tak hanya karena faktor jalur sempit semata, dan inilah yang kini sedang dicari penyelesaiannya lewat proses audit oleh KNKT terhadap TransJakarta . 

"Sehingga melihat bahwa nanti dari sisi human faktors, kita akan mempelajari bagaimana solusi mengurangi letih akibat mengemudi di koridor sempit itu, salah satunya," ungkapnya. 

Selain itu, pihaknya juga berupaya mencari solusi agar para sopir PT TransJakarta sabar dan tidak emosional ketika bertugas karena efek bosan melalui satu rute dan lainnya.

Lihat juga video “Sesalkan Pernyataan Gubernur Banten, Buruh: WH Pikun”. (youtube/poskota tv)

Cara yang sudah direkomendasikan KNKT ke PT TransJakarta yakni dengan membuat program driver resource management.

Cara serupa ini sudah diterapkan dalam manajemen transportasi udara.

"Artinya kemampuan kita mengontrol emosi supaya tetap bijak supaya tetap enggak gusrah gusruh, enggak sembarangan enggak arogan. Nah ini juga perlu diberi sentuhan psikologis," ucapnya. (cr02) 


Berita Terkait


News Update