JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Sebanyak 340 Jakpreuner atau pelaku usaha binaan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta mendapat pelatihan Kreasi Produk Makanan dari Bahan Berlebih pada Bisnis UMKM.
Kegiatan digelar secara bertahap dan bergelombang tersebut, dilakukan bergilir di enam Suku Dinas PPKUKM di DKI Jakarta.
Pelatihan berlangsung Oktober sampai Desember 2021 mendatang ini tidak berbayar alias gratis.
Materi yang diberikan pada pelatihan ini yakni, Kreasi Produk Makanan dari Bahan Berlebih dan Penggunaan Aplikasi Surplus untuk Meningkatkan Penjualan.
Kepala Bidang Perindustrian Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Dhani Hendranala mengatakan pelatihan juga menjadi salah satu upaya untuk mengurangi sampah pangan di DKI Jakarta sekaligus memberikan kontribusi positif dalam menjaga lingkungan dan perkembangan perekonomian di Jakarta.
“Makanan berlebih berpotensi menjadi makanan sisa. Maka itu, menjelang masa kedaluwarsanya makanan atau bahan berlebih masih bisa dimanfaatkan untuk kemudian dijual dengan harga murah,” ujarnya.
Menurutnya, jika secara konvensional tidak bisa menjangkau masyarakat luas, maka melalui aplikasi Surplus ini sebelum makanan menjadi sisa atau kedaluwarsa masih bisa dimanfaatkan, termasuk sebagai bahan baku dengan harga terjangkau atau lebih murah.
“Melalui kreasi dan inovasi, makanan sisa atau berlebih itu masih bisa dimanfaatkan agar tidak dibuang begitu saja atau mubazir,” terangnya.
Produsen Sampah
Dhani menjelaskan, menurut data Food Sustainable Index 2018 terbitan The Economist Intelligent Unit, Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara produsen sampah pangan terbanyak di dunia dengan 13 ton makanan terbuang setiap tahunnya.
Tonton juga video "Headline Harian Poskota Edisi Minggu 10 Oktober 2021". (youtube/poskota tv)
Kondisi ini juga mendorong kolaborasi DKI Jakarta dengan berbagai pihak untuk mengatasi hal ini. Salah satunya, dengan PT Ekonomi Sirkular Indonesia sebagai penyedia aplikasi Surplus agar makanan tidak terbuang dan dapat mendorong peningkatan penjualan produk Jakpreneur.
“Kalau semua memiliki kesadaran yang sama ditambah dengan menggunakan aplikasi ini potensi pengurangan sampah pangan di Jakarta bisa 50 persen,” ungkapnya.
Melalui pelatihan kolaborasi tersebut diharapkan dapat melatih Jakpreneur untuk mengkreasikan produk makanan dari bahan berlebih yang mereka miliki dan berkontribusi dalam mengurangi limbah pangan di Jakarta. (deny/yo)
