“Kalau semua memiliki kesadaran yang sama ditambah dengan menggunakan aplikasi ini potensi pengurangan sampah pangan di Jakarta bisa 50 persen,” ungkapnya.
Melalui pelatihan kolaborasi tersebut diharapkan dapat melatih Jakpreneur untuk mengkreasikan produk makanan dari bahan berlebih yang mereka miliki dan berkontribusi dalam mengurangi limbah pangan di Jakarta. (deny/yo)
