Lalu, Fahmi menceritakan, ada juga warga yang menyaksikan salah satu anak korban cekcok dengan pacarnya di dalam bengkel sebelum peristiwa kebakaran terjadi.
"Salah satu anaknnya cekcok dengan pacarnya malam itu juga di dalam bengkel tapi masih dalam kondisi bengkel buka. Jadi ada yang mendengar," tuturnya.
Sementara itu, Kapolsek Jatiuwung Kompol Zazali Hariyono menjelaskan, pihaknya tengah menyelidiki kasus tersebut.
Namun, kata dia, ada dugaan unsur kesengajaan atas peristiwa kebakaran yang menewaskan tiga orang tersebut.
"Itu baru dugaan, (unsur kesengajaan) sedang kita dalami. kita lakukan pemeriksaan dan penyelidikan terlebih dahulu terhadap para saksi," papar Zazali saat dikonfirmasi.
Zazali juga mengatakan, sebanyak lima saksi sudah diperiksa oleh anggotanya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kebenaran dari kasus tersebut.
"Ada lima saksi yang diperiksa," tambahnya.
Sebelumnya, Komandan Regu Tim Pemadam Kebakaran dan BPBD Kota Tangerang Dicky Kurnain mengatakan, dari 5 orang penghuni, 3 orang diantaranya meninggal dunia.
"Korban meninggal dunia diduga keracunan asap karena terjebak di lantai 3 bangunan ruko bengkel sepeda motor," ujar Dicky dikonfirmasi, Sabtu 7 Agustus 2021.
Dari kebakaran yang terjadi di lantai bawah itu, Dicky menuturkan, api kemudian membesar dan menjalar ke bangunan atas ruko bengkel.
Dan di lantai 3 bangunan ruko, ternyata dijadikan tempat tinggal satu keluarga pemilik usaha.
"Ada tiga orang terjebak di atas lantai tiga. Mereka lansia, korban atas nama Edi (63), dan Lilis (54), lalu seorang anaknya Leo (35). Sementara dua anggota keluarga lainnya atas nama Mei (22) dan Nando (21) saat ini dalam perawatan di RS," jelasnya. (ridsha vimanda nasution)
