"Drum oli bekas di pelataran itu sampai terbang 200 meter. Awalnya saya kira kantong plastik, enggak tahunya drum oli terbang melewati atas kepala saya," tuturnya.
Selanjutnya, Hendri menyampaikan, petugas pemadam kebakaran semakin banyak yang datang. Kobaran api sedikit demi sedikit mulai mereda.
"Benar-benar padamnya itu pukul 03.00 WIB. Petugas pemadam juga menyelamatkan korban berada di dalam bengkel," sebutnya.
Sayangnya, dari lima orang penghuni bengkel sepeda motor, tiga diantaranya tewas. Tiga orang itu satu keluarga, terdiri pasangan suami istri dan anak.
Sementara dua orang lainnya yang selamat sudah dilarikan ke RSUD Tangerang, berikut korban yang meninggal dunia.
Sebelumnya, Komandan Regu Tim Pemadam Kebakaran dan BPBD Kota Tangerang Dicky Kurnain mengatakan, dari 5 orang penghuni, 3 orang diantaranya meninggal dunia.
"Korban meninggal dunia diduga keracunan asap karena terjebak di lantai 3 bangunan ruko bengkel sepeda motor," ujar Dicky dikonfirmasi, Sabtu 7 Agustus 2021.
Masih dengan Dicky, dari kebakaran yang terjadi di lantai bawah itu, api kemudian membesar dan menjalar ke bangunan atas ruko bengkel.
Lantai 3 bangunan ruko, ternyata dijadikan tempat tinggal satu keluarga pemilik usaha.
"Ada tiga orang terjebak di atas lantai tiga. Mereka lansia, korban atas nama Edi (63), dan Lilis (54), lalu seorang anaknya Leo (35). Sementara dua anggota keluarga lainnya atas nama Mei (22) dan Nando (21) saat ini dalam perawatan di RS," jelasnya. (ridsha vimanda nasution)
