JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo memberikan alasan pemerintah memberlakukan peniadaan mudik pada Idul Fitri 1442 H.
Doni menjelaskan kita harus berkaca kepada negara lain, seperti India setelah kasus positif Covid-19 menurun di bulan Januari dan Februari 2021, bahkan kasus aktif India di bawah kasus aktif nasional Indonesia.
"Saat itu, kasus kita 176 ribu dan India 153 ribu. Namun, setelah dilonggarkan dengan adanya kegiatan keagamaan, pesta perkawinan, olahraga dan juga aktivitas politik diberikan ruang setelah itu apa yang terjadi?," kata Doni.
Hal itu disampaikan Doni saat menjadi pembicara diskusi Forum Merdeka Barat dengan tema : "Jaga Keluarga, Tidak Mudik", Rabu pagi (5/5/2021) dengan pembicara lain, Komjen Arief Sulistyanto, Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri dan Menkominfo Johnny G Plate.
Dengan kebijakan pelonggaran tersebut, lanjut Doni, tidak perlu menunggu satu, dua bulan hanya dalam hitungan minggu terjadi kasus Covid-19 yang sangat melonjak, kasus eksponensial sehingga mengakibatkan rumah sakit penuh pasien tidak dapat pelayanan yang baik, angka kematian yang sangat tinggi dan kasus harian India mencapai 400 ribu.
"Sebab itu, mari kita jadikan keadaan di India sebagai pelajaran dan jangan dianggap enteng, karena Covid-19 masih ada, belum berakhir dan ancaman ini sangat membahayakan orangtua kita di kampung kalau kita tetap mudik," tegas Doni yang juga Kepala BNPB.
Ia menambahkan perlu kesadaran kolektif bangsa kita untuk saling mengingatkan pemerintah sudah bekerja keras dari mulai bapak presiden sampai dengan tingkat kelurahan, tingkat desa.
Doni juga meminta para orangtua di kampung halaman untuk mengimbau anak-anaknya yang di perantauan agar jangan pulang. "Para pemudik marilah bersabar, bersabar adalah bagian dari bangsa kita agar terhindar dari wabah Covid-19," pinta Doni.
Doni menambahkan alasan kebijakan larangan mudik agar terhindar dari resiko yang sangat mengancam keselamatan bangsa kita.
"Mari kita pertahankan prestasi kita (kasus harian Covid-19 yang mulai melandai), sehingga masyarakat tidak terpapar Covid-19," Doni menandaskan. (johara)
