Proyek Kereta Cepat KL-Singapura Dihentikan Setelah Malaysia -Singapura Gagal Capai Kesepakatan

Jumat 01 Jan 2021, 21:02 WIB
Kesan artistik rencana Stasiun Jurong untuk KA cepat yang kini telah dihentikan proyeknya.

Kesan artistik rencana Stasiun Jurong untuk KA cepat yang kini telah dihentikan proyeknya.

SINGAPURA – Proyek Kuala Lumpur-Singapore High Speed ​​Rail (HSR) atau proyek kereta cepat Kuala Lumpur (KL) – Singapura, dihentikan, setelah kedua negara (Malaysia dan Singapura) gagal mencapai kesepakatan tentang perubahan yang diusulkan oleh Malaysia hingga batas waktu 31 Desember.

Perdana Singapura Menteri Lee Hsien Loong dan mitranya dari Malaysia Muhyiddin Yassin mengumumkan hal ini dalam pernyataan bersama pada Jumat (01/01/2021) pagi.

Pernyataan tersebut menyebutkan, Pemerintah Malaysia telah mengusulkan beberapa perubahan pada proyek HSR sehubungan dengan dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian Malaysia.

Baca juga: Pengamat: Hentikan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

"Kedua Pemerintah telah melakukan beberapa kali pembahasan terkait perubahan tersebut dan belum mencapai kesepakatan. Oleh karena itu, Perjanjian HSR telah berakhir pada 31 Desember 2020," dalam pernyataan bersama itu, seperti dikutip The Straits Times

Pernyataan tersebut mengatakan kedua negara akan mematuhi kewajiban masing-masing, dan sekarang akan melanjutkan tindakan yang diperlukan, sebagai akibat dari penghentian Perjanjian HSR.

Kementerian Transportasi Singapura, dalam pernyataan terpisah, mengatakan Malaysia telah mengizinkan perjanjian bilateral HSR untuk diakhiri, dan harus memberikan kompensasi kepada Singapura untuk biaya yang telah dikeluarkan, sesuai dengan perjanjian tersebut.

Baca juga: Baru Diresmikan, Kereta Cepat India Rusak 'Karena Menabrak Sapi'

Pernyataan bersama tersebut menambahkan bahwa kedua negara akan tetap menaga hubungan bilateral yang telah berlangsung baik.

"Kedua negara tetap berkomitmen untuk menjaga hubungan bilateral yang baik, dan bekerja sama secara erat di berbagai bidang, termasuk memperkuat konektivitas kedua negara."

PM Lee dan Mr Muhyiddin telah mengadakan pembicaraan tentang proyek bilateral yang dua kali tertunda melalui konferensi video pada 2 Desember, setelah Malaysia sebelumnya mengusulkan beberapa perubahan.


Berita Terkait


News Update