PERBAIKI KINERJA
Mensesneg Pratikno menilai reshuffle kabinet sudah tidak relevan lagi karena para menteri sudah bekerja dengan baik. “Tentu saja kalau bagus terus, ya tidak relevan lagi untuk dilakukan ‘reshuffle’. Jadi jangan ribut lagi reshuffle karena ‘progress’ kabinet sudah berjalan dengan bagus,” kata Pratikno.
Ia mengakui sebelumnya Presiden telah memberikan teguran keras kepada menterinya. “Teguran keras tersebut dilaksanakan secara cepat oleh kabinet. Ini ‘progress’ yang bagus,” ucap dia.
Pratikno berharap perbaikan kinerja para menteri tersebut dapat terus dipertahankan. “Kami fokus untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan dan permasalahan ekonomi yang menjadi ikutan luar biasa dari pandemi Covid -19 ini,” terangnya.
Baca juga: Mensesneg Pastikan, Jokowi Tidak Lakukan Reshuffle Kabinet
Menurut Pratikno, Presiden Jokowi sejak awal pandemi bulan Februari 2020 sudah sangat fokus untuk mengatasi masalah kesehatan sekaligus ekonomi akibat Covid -19.
Presiden Jokowi, terus menerus mendorong semua institusi, termasuk kabinet untuk bekerja keras. “Memang karena permasalahan, mungkin juga karena kantor yang sempat tidak sepenuhnya optimal waktu transisi awal itu. Jadi Bapak Presiden merasa bahwa mestinya lembaga pemerintahan, terutama kabinet bisa bekerja lebih maksimal,” ungkap Pratikno.
Seperti diketahui, dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara pada 18 Juni 2020 lalu Presiden Jokowi mengancam akan melakukan reshuffle kabinet, karena dinilai kerja anak buahnya tidak maksimal, termasuk juga dinilai tidak memiliki sense of crisis. (johara/bi/ird)
