Nama Kempot Jadi Bukti Didi Awali Karir dari Pengamen Jalanan

Selasa 05 Mei 2020, 11:05 WIB
Isyana Sarasvati - Didi Kempot saat duet.(ist)

Isyana Sarasvati - Didi Kempot saat duet.(ist)

JAKARTA – Didi Kempot tutup usia. Penyanyi yang sukses mentransformasi lagu campur sari ke kaum milenial ini wafat di RS Kasih Ibu, Solo Jawa Tengah, akibat serangan jantung pada Selasa (5/4/2020).

Darah seni penyanyi bernama asli Prasetyo ini mengalir deras dari keluarganya. Di mana sang ayah merupakan seniman tradisional terkenal, Ranto Edi Gudel yang lebih dikenal dengan Mbah Ranto. Hal lain yang menjadi bukti ialah, kakak sang maestro berjuluk God Father of Broken Heart ini yang merupakan pelawak senior Mamiek Prakoso, pelawak senior Srimulat.

Meski menyandang nama besar seniman orang tua dan kakaknya, namun perjalanan Didi Kempot tidak semulus yang dibayangkan. Ia memulai karirnya sebagai musisi jalanan di kota Surakarta sejak tahun 1984 hingga 1986. Kemudian mengadu nasib ke Jakarta pada tahun 1987 hingga 1989. Pembuktian dirinya merupakan pengamen jalan pun ia abadikan dengan mencantumkan nama Kempot di nama panggungnya yang merupakan singkatan Kelompok Pengamen Trotoar, grup musik asal Surakarta yang membawa ia hijrah ke Jakarta.

Hampir sebagian lagu yang ditulisnya bertemakan patah hati dan kehilangan. Alasan sengaja memilih tema tersebut karena rata-rata orang pernah mengalaminya dan ingin dekat dengan masyarakat, juga menjadi alasan Didi Kempot menggunakan nama-nama tempat sebagai judul atau lirik lagunya.

Stategi tersebut ternyata tepat. Lagu campur sari yang sebelumnya identik dengan kalangan tua alias kuno kini digandrungi kaum milenial. Dengan aransemen yang lebih bergairah di tambah lirik kegalauan menjadikan karya Didi Kempot digandrungi anak-anak muda di berbagai kota. Termasuk Jakarta. Kelompok penggemar sang maestro ini pun menyebut dirinya sebagai “Sobat Ambyar dan mendaulat Didi Kempot sebagai "Godfather of Broken Heart" dengan panggilan Lord Didi.

Julukan itu berawal dari lagu-lagu Didi Kempot yang hampir semuanya menceritakan tentang kesedihan dan kisah patah hati. Kini penyanyi kelahiran Surakarta, 31 Desember 1966 telah menutup mata diusianya yang 53. Sobat AMbyar pun berduka. Namun meski tiada, namun karya-karyanya akan tetap abadi.(wikipedia/ruh)


Berita Terkait


News Update