Dengan berhenti melangkah, berarti kita menjauh dari kesuksesan yang sesungguhnya yang belum diraih. Kalau ingin berhenti sampai di situ, silakan! Tapi sukses yang lebih besar, yang tinggal selangkah lagi sirna karena diambil orang lain.
Dengan cepat berpuas diri, sama artinya menghilangkan sisa potensi yang dimiliki. Dengan cepat berpuas diri membuat kita malas untuk berbuat lebih baik lagi, sementara kemampuan untuk merengkuh peluang dimiliki.
Sifat cepat puas diri menjadikan kita terlena, padahal keberhasilan yang sesungguhnya ada di ujung perjalanan panjang. Bukan sekarang. Tapi nanti. Mari kita lewati dengan penuh kesadaran diri.
"Kita tidak akan punya kondisi yang lebih baik di masa depan jika kita puas dengan apa yang kita dapat sekarang," kata Thomas Alva Edison. (*)