Berbeda tetapi tetap satu.Inilah kondisi yang membedakan Indonesia dengan negara lain yang juga memiliki keberagaman, sebut saja Tiongkok, Papua Nugini dan Afganistan.
Karena itu, keadilan sosial dapat terwujud di negeri kita, jika seluruh masyarakat bersatu di dalam keberagaman.
Itu pula sebabnya para pendiri bangsa sejak awal mewanti - wanti agar kita jangan sedikit pun berpaling dari kesatuan dan persatuan. Jangan perlebar kesenjangan dan jurang perbedaan apakah itu menyangkut keberagaman, lebih - lebih di bidang ekonomi.
Kemajemukan yang sehat, menurut telaah para ahli, hanya dapat diwujudkan apabila sumber masalah ketidakadilan ekonomi dibereskan terlebih dulu.
Di negara mana pun, ketidakadilan ekonomi adalah ancaman bagi persatuan dan keharmonisan.
Meski begitu, mewujudkan keadilan sosial tidak semudah membalik telapak tangan. Masih perlu proses panjang, masih butuh waktu. Perlu kesabaran dan kesadaran diri.
Kita meyakini keadilan sosial pasti dapat terwujud. Kita sendiri perlu menyadari bahwa ketika kita merasa hidup itu tidak adil, ingatlah masih banyak orang yang hidupnya jauh lebih buruk dari kita.
Semakin kita membandingkan hidup dengan orang lain, semakin kita merasa hidup ini tidak adil .
Tak kalah pentingnya kita berusaha mendapatkan keadilan bagi diri sendiri.
Janganlah mengatakan hidup tidak adil, jika kita sendiri tidak pernah berusaha untuk mendapatkan keadilan.
Jika pada akhirnya ketidakadilan masih menimpa, ada baiknya hibur diri kita bahwa rasa ketidakadilan sesungguhnya terletak ketika kita melakukannya. (*).