Ketidakadilan Bukan Segalanya

Senin 13 Jan 2020, 07:35 WIB

Oleh Harmoko

SERING kita dengar ungkapan hidup ini tidak adil ketika menyaksikan adanya ketimpangan dan kesenjangan yang membuat kita kecewa. Ketika melihat orang lain hidup bermewah ria, berlimpah harta padahal bisnisnya terlihat biasa - biasa saja. Sementara kita yang sudah berjuang keras, tidak bisa seperti mereka. Apa sih bedanya, kita dengan mereka?

Ungkapan seperti ini tak bisa disalahkan begitu saja karena fakta adanya ketika seseorang melihat di depan mata adanya ketimpangan yang ia rasakan.  

Orang bisa hebat, tetapi dirinya tidak, padahal yang dilakukan sama saja, ga ada yang beda. Pekerjaan sama, status pun sama, kenapa yang didapat berbeda?

Pertanyaan ini kerap muncul karena dirasakan adanya ketidakadilan. Pertanyaan ini sebenarnya sebuah otokritik.Bagian dari introspeksi diri  yang hendaknya dicari jawabnya oleh diri sendiri.Sebab, ketidakadilan tersebut dirasakan oleh dirinya sendiri, bukan orang lain. Ini yang disebut ketidakadilan pribadi, hanya dirasakan oleh diri sendiri, sedangkan orang lain merasakan hal yang sebaliknya. Mereka merasakan dirinya telah memperoleh keadilan karena mendapatkan apa yang ia harapkan.

Dengan begitu, baru dapat dikatakan terdapat ketidakadilan sosial jika ketidakadilan itu dirasakan oleh semua orang.

Arti kata adil sendiri adalah sama berat, tidak berat sebelah, tidak memihak

Adil berarti pula berpihak kepada yang benar atau berpegang pada kebenaran.

Arti lain dari kata adil adalah sepatutnya. Adil juga berarti tidak sewenang-wenang.

Pelayanan dikatakan tidak adil, jika terdapat perbedaan perlakuan antara yang satu dengan yang lain.

Yg punya kuasa, memilki pangkat dan jabatan, serta orang - orang kaya, mendapat pelayanan lebih cepat. Yang memberikan " uang rokok" lebih  dahulu dilayani, sementara rakyat biasa, belakangan.


News Update