MASALAH intoleransi, radikalisme, terorisme dan kejahatan jalanan masih menjadi prioritas penanganan kamtibmas di Jakarta dan sekitarnya. Ini setidaknya gangguan kamtibmas yang telah dipetakan Irjen Nana Sudjana sebagai Kapolda Metro Jaya.
Irjen Nana resmi dilantik Kapolri Jenderal Idham Azis sebagai Kapolda Metro Jaya, Selasa (7/1/2020). Nana menggantikan Komjen Gatot Eddy Pramono yang diangkat menjadi Wakapolri.
Kita meyakini, problema ibukota tak sebatas masalah gangguan kamtibmas seperti disebutkan tadi, masih banyak persoalan lain yang memerlukan kehadiran anggota Polri di lapangan.
Sebab, persoalan Jakarta sangatlah kompleks. Tak hanya soal tindak kriminalitas yang memperlukan perhatan jajaran Polda Metro Jaya. Problema sosial lain seperti soal urbanisasi, pengangguran, kesenjangan sosial, masalah kemacetan lalu lintas, dan lingkungan, tak bisa diabaikan begitu saja.
Meski bukan menjadi tanggung jawab utama polisi, tetapi dampak yang terjadi mengharuskan jajaran Polri ikut turun tangan. Bgeitu juga soal demokrasi, penyampaian pendapat melalui unjuk rasa menyangkut banyak hal, tentu memerlukan kehadiran polisi untuk mengamankan.
Belum lagi soal peredaran narkoba yang kian mewabah ke seluruh lapisan masyarakat.
Belakangan, pengaduan soal ujaran kebencian, berita hoax dan pencemaran nama baik kerap muncul ke permukaaan, Bahkan, ada kecenderungan saling lapor atas pencemaran nama baik mulai memenuhi daftar pengaduan masyarakat.
Ini soal delik aduan, tetapi jika tidak ditangani dengan segera akan mengganggu pelayanan. Lebih – lebih jika proses penanganan atas pengaduan masyarakat terkesan tidak adil dan objektif.
Tak kalah pentingnya soal ketersinggungan yang dapat menimbulkan gesekan antar kelompok yang pada akhirnya dapat menggangu soliditas sosial dan dikhawatirkan menjadi ancaman perpecahan.
Sepintas masalah ini terlihat sepele, tetapi jika tidak ditangani secara hati – hati, dapat menjadi gangguan kamtibmas tersendiri. Repotnya lagi, jika mengarah kepada konflik horizontal.
Embrio konflik horizontal dapat dicegah sedini mungkin, jika akar masalah dapat terdeteksi sejak awal. Di sinilah peran intelijen dan petugas Bimmas perlu dikedepankan. Kedua fungsi ini semakin menjadi penting di era sekarang.
Kehadiran peugas intelijen dan Bimmaspol di tengah- tengah diharapan dapat mencegah embrio konflik, setidaknya dapat diredam.
Kita meyakini jajaran Polda Metro Jaya telah memetakan beragam persoalan baik menyangkut daerah rawan kriminalitas, titik rawan konflik sosial beserta segala latar belakangnya.
Kita berharap di bawah kepemimpinan Kapolda Metro Jaya yang baru, Jakarta dan sekitarnya kian tertib, aman dan terkendali. Selamat bertugas, jenderal. (*).