Merajut Persatuan, Merajut Persaudaraan

Rabu 21 Agu 2019, 09:09 WIB

KITA tentu prihatin atas insiden Surabaya, Jawa Timur yang berbuntut munculnya aksi protes di Manokwari, Papua Barat hingga sempat menjalar ke Kota Sorong. Keprihatinan karena insiden ini terjadi di saat bangsa Indonesia memperingati rangkain HUT ke- 74 Proklamasi Kemerdekaan, sebuah peristiwa sejarah berdirinya negara kita. Insiden ini tentu makin mengingatkan kepada kita, termasuk aparat kepolisian/keamanan agar lebih ekstra hati – hati dalam menangani persoalan yang terkait dengan isu sensitif. Penegakan hukum memang wajib dilaksanakan, tetapi beda situasi dan kondisi akan berbeda pula pola penanganannya. Kita sadar betul bahwa identitas bangsa dan lambang negara wajib kita hormati dan junjung tinggi. Siapa pun yang melanggar hukum harus ditindak. Tetapi kembali bagaimana cara menindak. Tanpa melihat dimana letak pemicunya, semua pihak hendaknya mampu menahan diri tidak terprovokasi. Utamanya adalah mendinginkan suasana agar peristiwa tidak berkembang menjadi salah arah akibat ada yang memprovokasi. Kita mengapresiasi kepala daerah dan kepala kepolisian yang yang bertindak cepat mengambil langkah – langkah antispasi dan persuasi seperti yang dilakukan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono. Jenderal bintang dua ini menggelar silaturahmi dengan sejumlah perwakilan tokoh masyarakat Papua yang berada di Jabodetabek, Senin ( 19/8/2019). Pertemuan kekeluargaan ini tentu memiliki makna, setidaknya mempercepat situasi semakin kondusif. Menjadi magnet terciptanya situasi semakin aman dan terkendali. Tidak itu saja, dapat memberikan kenyamanan bagi warga Papua tidak hanya di Jabodetabek , juga seluruh negeri karena adanya jaminan keamanan yang diberikan kepolisian. Perasaan aman, nyaman dan damai adalah kunci kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman. Sejarah mencatat keberagaman inilah yang memperkuat persatuan. Itulah sebabnya, persoalan hukum hendaknya jangan dibawa – bawa kepada masalah keberagaman. Indonesia rumah keberagaman yang terdiri dari multi etnis, kultur dan budaya. Dengan keberagaman kita hendaknya saling mengenal satu sama lain untuk merajut tali persaudaraan demi memperkokoh persatuan, bukan mencari perbedaan. Itulah Indonesia yang ber -Bhineka Tunggal Ika. (*).


News Update