GEJOLAK yang terjadi di Papua membuat semua komponen bangsa ini prihatin. Rusuh dipicu dari kekecewaan warga Papua lantaran mahasiswa asal bumi Cendrawasih diduga diperlakukan kurang baik di Jawa Timur. Perlakuan yang dianggap kasar, serta ucapan yang dinilai merendahkan martabat, memicu kemarahan warga Papua. Konflik ini sungguh ironis karena terjadi dua hari setelah peringatan HUT ke-74 Republik Indonesia, 17 Agustus 2019. Tak ada asap bila tak ada api. Meletusnya kerusuhan di Papua dipicu dari peristiwa yang terjadi di Surabaya dan Malang, Jawa Timur. Isu dibuangnya bendera merah putih, serta pengusiran mahasiswa Papua, berkembang secepat kilat hingga membuat situasi memanas. Tidak jelas isu tersebut dari mana, yang pasti informasi yang beredar lewat media sosial memperkeruh suasana. Ditambah lagi provokasi yang juga beredar di medsos membuat rakyat di Papua terprovokasi. Tak tertutup kemungkinan, ada pihak yang juga bermain di air keruh, sengaja membuat kekacauan. Ada beberapa persoalan pemicu kerusuhan. Pertama, informasi adanya bendera merah putih dibuang, dan ini belum jelas kebenarannya. Kedua, ucapan tidak etis berimbas pada kemarahan warga Papua. Ketiga, ulah provokator yang bermain di air keruh dan memanas-manasi warga. Terlepas dari pandangan beberapa pihak yang menyebut gejolak tersebut adalah akumulasi dari kekecewaan masyarakat Papua terhadap pemerintah, konflik ini harus cepat dihentikan. Konflik horizontal secara fisik dengan warga atau pun kelompok yang membuat warga Papua tersinggung, memang tidak terjadi. Tetapi gesekan-gesekan sudah terlihat nyata. Ini semua harus segera dihentikan. Bangsa ini jangan dikoyak, diadu domba lewat gesekan-gesekan sesama anak bangsa. Sejatinya, budaya yang diwariskan nenek moyang kita, adalah budaya santun, saling menghargai, menjunjung tinggi budi pekerti dan tolong menolong. Gejolak yang saat ini terjadi, adalah ujian bagi persaudaraan sesama anak bangsa. Di sinilah peran dari pemerintah pusat dan kepala daerah untuk mendinginkan suasana. Tapi di sisi lain, konflik ini harus diselesaikan secara profesional dan profosional. Dugaan adanya provokator dan penyebar berita bohong hingga memicu konflik, harus diusut. Bangsa Indonesia adalah bangsa heterogin. Negeri ini kaya dengan keaneka ragaman suku serta budaya, dan Bhineka Tunggal Ika adalah jati diri bangsa. Kita tidak ingin anak bangsa ini terkoyak. Karenanya, persaudaraan harus terus direkat. Dan siapa pun yang mencoba mengoyaknya, pemerintah harus tegas. **
Persaudaraan Bangsa Sedang Diuji
Selasa 20 Agu 2019, 07:03 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
HIBURAN
Profil dan Pendidikan Amanda Rigby, Aktris yang Dikabarkan Akan Menikah dengan Andre Taulany
JAKARTA RAYA
Video Rekaman CCTV Pria Tendang Wanita di Mal Senayan City Viral, Tampang Pelaku Terungkap
OLAHRAGA
KLIK Link Live Streaming Voli Putri Indonesia vs Nepal di Asian Games 2026 Sore Ini, Mulai Jam 17.20 WIB