PENGHUNI rumah susun sewa (Rusunawa) di Jakarta menunggak bayar uang sewa bagai sudah menjadi persoalan klasik. Dari masa ke masa masalah ini terus muncul. Kali ini terjadi di Rusunawa Jatinegara Barat, Jakarta Timur. Ratusan penghuni rumah vertikal berlapis itu menunggak hingga puluhan juta rupiah karena lebih dari 20 bulan tak mampu bayar sewa. Sebagian besar penghuni rusunawa yang tak mampu bayar sewa adalah warga korban gusuran, termasuk mereka terkena proyek pelebaran Sungai Ciliwung di Jakarta Timur. Ratusan warga yang terkena normalisasi Sungai Ciliwung itu direlokasi ke Rusunawa Jatinegara Barat sejak 2015 lalu. Selama itu pula mereka sering tidak lancar membayar uang sewa lantaran kaget beban hidupnya semakin berat. Maklum saat masih tinggal di sekitar Sungai Ciliwung mereka tidak membayar sewa. Sekarang? Selain uang sewa sebesar Rp300 ribu/bulan, penghuni rusunawa juga wajib membayar listrik dan air senilai Rp700 ribu/bulan. Pengeluaran sebesar itu belum termasuk biaya hidup lainnya yang belakangan makin berat. Padahal, sebagian besar warga relokasi tersebut mata pencahariannya sebagai buruh harian yang pendapatannya tak menentu. Terhadap banyaknya penghuni menunggak uang sewa, pihak unit pengelola Rusunawa Jatinegara Barat tidak bisa berbuat keras. Pengelola hanya bisa memanggil, menegur, memperingatkan, dan menyegel tanpa berani mengusirnya. Berulangkali penunggak uang sewa diminta membuat perjanjian atau pernyataan akan mencicil dan membayar tungggakannya, tetapi sebanyak itu pula mereka tidak bisa memenuhi kewajibannya. Mereka bukannya tidak patuh, tetapi keadaan ekonominya memang kembang kempis. Penarikan uang sewa penghuni rusunawa baik terhadap penghuni terprogram (warga relokasi) maupun di luar program diatur oleh Perda Retribusi Nomor 3/2007 dengan tarif bervariasi. Ada yang sebulan Rp280 ribu, Rp300 ribu Rp380 ribu, dan lainnya. Uang sewa sebesar itu ada yang menilai murah, sebaliknya ada menganggap mahal. Artinya uang sewa sebesar itu relatif. Bagi warga berkantong tebal biaya sewa rusunawa mungkin murah, tetapi bagi yang lain terutama penghuni terpogram itu bisa jadi terasa mahal. Karenanya, Pemprov DKI Jakarta sudah seharusnya mengevaluasi tarif sewa rusunawa yang berlaku sekarang. Kumpulkan semua penghuni rusunawa dan duduk bersama dengan pengelola mencari solusi yang win-win. Langkah ini agar Pemrov DKI Jakarta tidak dirugikan dan penghuni mampu membayar atau mencicil uang sewa. @*
Evaluasi Tarif Sewa Rusun!
Kamis 25 Jul 2019, 07:38 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
HIBURAN
Profil dan Pendidikan Amanda Rigby, Aktris yang Dikabarkan Akan Menikah dengan Andre Taulany
JAKARTA RAYA
Video Rekaman CCTV Pria Tendang Wanita di Mal Senayan City Viral, Tampang Pelaku Terungkap
OLAHRAGA
KLIK Link Live Streaming Voli Putri Indonesia vs Nepal di Asian Games 2026 Sore Ini, Mulai Jam 17.20 WIB