Penuhi Janji Kampanye

Rabu 17 Jul 2019, 07:03 WIB

Janji adalah utang yang wajib dibayar, termasuk juga janji kampanye calon kepala daerah mulai dari bupati/walikota, gubernur hingga calon presiden.Tak heran, jika kemudian sering disebut ingkar janji, ketika resmi menjabat melupakan apa yang pernah dikampanyekan. Mengabaikan apa yang pernah diungkapkan dan dijanjikan kepada masyarakat. Kita paham bahwa kampanye adalah strategi untuk menarik simpati agar masyarakat memilihnya. Ini sering disebut visi dan misi yang dijabarkan dalam program kerja, jika kelak terpilih. Tentu saja program kerja yang ditawarkan sesuai yang menjadi kebutuhan masyarakat, apa yang menjadi harapan masyarakat dalam segala aspek kehidupan, utamanya terkait peningkatan harkat dan martabat bangsa. Karena itu menjadi kewajiban bagi pejabat terpilih untuk memenuhi janji kampanye, apalagi janji itu sangat ditunggu – tunggu masyarakat karena menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Tentu saja janji itu dipenuhi bukan sebatas menyenangkan para pendukungnya, relawan atau simpatisan yang telah memilihnya. Pemenuhan janji bukan ditujukan  dengan melihat latar belakang dari pendukung mana, sebab setelah menjadi kepala daerah adalah kepala daerah untuk warganya, begitu juga setelah menjadi presiden adalah presiden untuk seluruh rakyat Indonesia. Dalam konteks pemenuhan janji presiden, salah satunya dapat terlihat dari anggaran belanja yang disusun dan diajukan ke lembaga legislatif – DPR. Mengacu kepada keterangan Menkeu Sri Mulyani, janji presiden semasa kampanye segera diwujudkan mulai tahun depan. Sebut saja Kartu Indonesia Pintar Kuliah melalui pemberian bea siswa yang dianggarkan sebesar Rp7,6 triliun. Untuk merealisaikan Kartu Pra Kerja melalui berbagai pelatihan disupport dana lebih dari Rp10 triliun, sedangkan untuk Kartu Sembako dialokasikan anggaran sekitar Rp 25,7 triliun, mencapai lebih dari 15,6 juta keluarga penerima manfaat. Kita tentu mengapresiasi kebijakan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui penguatan program di bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Masyarakat merasa sejahtera jika terpenuhi kebutuhan material, spririptual dan sosial secara baik. Sehingga bisa hidup layak dan mampu mengembangkan potensinya secara maksimal. (*)


News Update