Berambisi Jadi Ketum Golkar Apa Bamsut Mau Maju di 2024?

Senin 08 Jul 2019, 06:28 WIB

SESUAI kesepakatan Munaslub Golkar Desember 2017, masa jabatan Ketum Golkar Airlangga Hartarto (AH) hanya sampai Desember 2019. Tapi belum juga Munas Golkar 2019 digelar, sudah ada yang “menggoyang” AH. Tiba-tiba Ketua DPR Bambang Susatyo berambisi jadi Ketum. Apakah Bamsut ingin maju di Pilpres 2024 menggantikan Jokowi? Ada tradisi di republik ini, setiap menjadi Ketum parpol lalu ingin menjadi Presiden. Padahal faktanya tak semua ambisinya mulus. Amien Rais Ketum PAN, Megawati Ketum PDIP, Jusuf Kalla dan Aburizal Bakrie Ketum Golkar; semuanya kandas. Yang berhasil baru SBY seorang, dan mulus menjadi Presiden RI dua periode. Golkar pada Desember 2019 mendatang hendak menggelar Munas, untuk memilih Ketum baru. Sebab kesepatan Munaslub Desember 2019, masa jabatan AH hanya sampai Desember 2019. Saat dia menjabat itulah, yang meneken dan memberi restu Bamsut menjadi Ketua DPR gantikan Setya Novanto. Tiba-tiba mencuat kabar, Bamsut sendiri ingin jadi Ketum Golkar. Sejumlah DPD yang mendukungnya beralasan, selama Golkar dipimpin dia perolehan kursi DPR menjadi melorot, dari 91 di Pileg 2014,  menjadi tinggal 85 di Pileg 2019. Padahal itu sudah lumayan banget. Sebab banyaknya kasus korupsi yang menjerat politisi Golkar, bahkan Ketumnya sendiri, sempat diprediksi Golkar akan jadi partai gurem. Meski disadari bahwa semua kader Golkar punya hak dan peluang menjadi Ketum, tak urung Plt Ketua DPD Golkar DKI Rizal Mallarangeng kecewa juga. Soalnya, yang teken dan merestui Bamsut jadi Ketua DPR kan AH juga, tapi kenapa kini malah mau jadi pesaingnya? Apakah mau jadi kacang bawang yang sudah lupa sama kulitnya? AH sendiri belum bersikap atas niat Bamsut. Yang jelas, langkah AH mengajak 34 Ketua DPD Golkar menghadap Presiden Jokowi seminggu lalu, sepertinya dia ingin menunjukkan bahwa pengurus DPD Golkar seluruh Indonesia solid mendukung dirinya. Dan Minggu siang kemarin di Makasar AH mendeklarasikan pencalonannya sebagai Ketum Golkar priode 2019-2024 dengan dukungan setidaknya 400 pemilik suara. Ada pendapat, peluang Bamsut menjadi Ketum Golkar kecil bilamana Ketua DPR 2019-2024 nanti bukan lagi dirinya. Kenapa Bamsut berambisi jadi Ketum Golkar, apakah ingin Nyapres di 2024? Bukankah pada Maret 2018 pernah mengatakan, tak tertarik menjadi Capres maupun Cawapres? Tapi masalahnya, dalam politik itu berubah pikiran hal yang biasa. – (gunarso ts)


News Update