Ekstasi Yang Mematikan

Sabtu 29 Jun 2019, 06:20 WIB

INI peringatan bagi kita semua. Badan Narkotika Nasional (BNN) menemukan jenis ekstasi baru yang dapat mematikan. Ekstasi yang satu ini mengandung zat baru yang efeknya hingga 11 kali lebih parah dari ekstasi biasa. Sangat keras dan berbahaya. Lebih keras dari ekstasi  paling keras yang pernah ditemukan di negeri ini. Bila sampai dikonsumsi pecandu baru, besar kemungkinan tubuh mereka tidak akan kuat menanggung efek dari ekstasi tersebut sehingga perlu dirujuk ke rumah sakit. Kemungkinan terburuk bisa berujung kepada kematian. Ekstasi mematikan ini, seperti dikatakan Kepala BNN, Komjen Heru Winarko didapat dari hasil pengungkapan 12 Mei lalu di Bekasi. Tiga anggota sindikat  diamankan berikut barang bukti 182,91 kg sabu dan 48.672 butir ekstasi. Hasil uji laboratorium ekstasi ditemukan zat baru yang merupakan gabungan dari ketiga zat jenis narkotika yang dijadikan satu sehingga efeknya sangat berbahaya. Tidak sebatas halusinasi dan dampak kecanduan, tetapi bisa menyebabkan kematian. Kasus dalam pengusutan lebih lanjut, tidak saja asal usul barang dan wilayah peredaran, juga menguak lebih tuntas bandar dan jaringannya. Utamanya mencegah sedini mungkin jangan sampai ekstasi jenis baru ini beredar lebih luas ke pasaran. Kita tentu mengapresiasi gerak cepat BNN dalam memberantas nartkotika  apa pun jenisnya, termasuk jenis baru yang efeknya sangat membahayakan masyarakat. Temuan ekstasi mematikan ini sinyal bagi kita semua untuk senantiasa waspada bahwa peredaran narkoba tidak saja kian meluas pada hampir ke semua lini dengan beragam modus dan polanya. Para bandar dan pengedar tidak hanya mengembangkan modus operandi untuk mengelabuhi petugas, juga jenis baru dengan kemasan menyerupai makanan anak - anak. Kita berharap ekstasi jenis baru yang mematikan ini belum sempat beredar ke pasaran. Kalau pun sebagian sudah beredar segara dapat ditarik kembali dengan menangkap para bandar dan pengedarnya dan anggota  jaringannya. Ini tugas berat bagi aparat BNN dan jajaran kepolisian – reserse pemberantasan narkoba yang tersebar hingga ke tingkat Polsek. Tetapi berbicara menyelamatkan bangsa dari pengaruh narkoba menjadi tugas kita bersama. Bagi orangtua hendaknya selalu waspada dengan lebih peduli dan mengawasi putra – putrinya dan anggota keluarganya agar jangan sampai menyentuh narkoba apa pun jenisnya. Kita tentu prihatin jika ada sebagian orangtua yang masih menyentuh (pengguna narkoba), apalagi sampai menjadi pengedar dan bandar. Ini bukan keteladanan. Begitu juga bagi aparat dan pejabat, lebih – lebih yang berkecimpung dalam pemberantasan narkoba. (*).


News Update