Jempol untuk Perbaikan Transportasi Jakarta

Jumat 28 Jun 2019, 05:45 WIB

WARGA Jakarta patut bangga dengan predikat sebagai satu dari tiga kota terbaik, dari 200 kota di dunia dalam bidang perbaikan sistem transportasi dan mobilitas kota. Predikat tersebut diraih dalam ajang Sustainable Transport Award di Forteleza, Brazil. Artinya, pembangunan transportasi yang cukup pesat di Kota Jakarta diakui oleh dunia. Yang menarik, Jakarta bisa menyisihkan Bogota, Kolombia, yang juga tengah menghadapi masalah transportasi. Padahal Pemprov DKI justru belajar soal moda Bus Rapid Transportation (BRT) dari negara ini, dan lebih dikenal dengan sebutan busway. Bahkan juga menyisihkan kota Kingston, Kanada, dan Richmond, Amerika Serikat. Gubernur boleh berganti, tapi grand strategy dan kebijakan mengurai masalah krusial yang mendera Ibukota, yaitu kemacetan dan banjir harus terus dilanjutkan. Seperti di era Gubernur Anies Baswedan saat ini, pembangunan transportasi massal terus digeber. Bus Transjakarta terus menambah rute dan koridor, dari 2.100 unit pada 2018 ditargetkan menjadi 3.558 unit pada 2019 dengan target 231,8 juta pelanggan. Selain itu, beroperasinya MRT (Massa Rapid Transit) atau Moda Raya Terpadu koridor Lebak Bulus-Bundaran HI telah terbukti menarik minat pengguna kendaraan pribadi untuk pindah ke transportasi massal. MRT fase II yang tengah dibangun, diharapkan bisa segera dioperasikan hingga dapat terus mengurai kemacetan lalu lintas. Belum lagi moda Jak Lingko yang akan melayani 63 rute, juga menarik minat pengguna kendaraan pribadi pindah ke angkutan massal. Beban Kota Jakarta menampung semua kendaraan, sudah terlalu berat. Catatan Polda Metro Jaya, setiap hari sekitar 18 juta kendaraan masuk Jakarta baik motor maupun mobil. Pertumbuhan kendaraan yang setiap tahun meningkat, tidak sebanding dengan pertumbuhan jalan. Itu sebabnya revitalisai angkutan angkutan massal harus dikebut. Pengakuan lembaga dunia atas prestasi Pemprov DKI Jakarta melakukan perbaikan transportasi, adalah prestasi rakyat ibukota. Gubernur Anies bahkan memberi apresiasi pada pekerja proyek MRT yang siang malam berpeluh mewujudkan proyek tersebut. Begitu pula masyarakat lainnya, yang rela didera kemacetan berjam-jam lantaran ada proyek pembangunan transportasi massal. Namun di balik prestasi ini, ada PR besar yang juga harus dituntaskan. Yaitu bagaimana membangun manusia-manusia Jakarta, baik dari sisi sosial ekonomi maupun mental. Soal lalu lintas di jalan raya, harus diakui disiplin berkendara sebagian warga Jakarta amat rendah. Tengok saja, pelanggaran lalu lintas seperti melawan arus, menjadi tontonan setiap hari. Perilaku ini bukan hanya menimbulkan kemacetan, tapi juga membahayakan nyawa orang lain. Ini salah satu PR yang harus dikerjakan baik oleh Pemprov maupun Polda Metro Jaya, agar prestasi dunia yang sudah diraih tidak ternoda. **


Berita Terkait


News Update