Potret Jakarta

Senin 24 Jun 2019, 06:44 WIB

SABTU (22/6/2019), Jakarta genap berusia 492 tahun. Beragam   hiburan dan kegiatan untuk  merayakan hari lahir kota yang sebelumnya bernama Batavia ini digelar. Puncak rangkaian HUT Jakarta dipusatkan di Bunderan HI pada malam Minggu kemarin. Kesenian modern dan tradisional disuguhkan pada puncak acara itu. Sederet artis ibukota dan band kenamaan berpartisiasi meramaikan hari kelahiran kota tercinta ini. Gubernur  Anies Baswedan bertekat HUT ke 492 Jakarta bisa membuat kota megapolitan ini menjadi kota yang adil dan setara bagi warganya. Artinya  maju kotanya bahagia seluruh warganya. Pembangunan fisik seperti infrastruktur dan pembenahan transportasi  digeber Anies. Mass Rapid Transit (MRT) sudah dihadrikan dan Light Rail Transit (LRT) segera menyusul beroperasi.  Pemprov DKI Jakarta juga terus  mengurai persoalan kronis lainnya. Meski sudah berupaya keras, pada usia 492 tahun, seabrek persoalan masih saja membekap Jakarta. Mulai dari macet, banjir,  pengangguran yang masih mencapai  279.590 orang, kemiskinan (warga miskin yang masih sekitar setengah jutaan),  kampung kumuh, air bersih, perumahan warga,  ruas jalan menyempit, dan persoalan lainnya, belum terurai. Kenyataan ini mengundang reaksi mantan Gubernur Sutiyoso dan berharap semua persoalan itu bisa diatasi. Dia malah secara khusus meminta Anies  menuntaskan kemacetan di Jakarta. Berdasarkan perhitungan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional yang dilansir beberapa waktu lalu, kerugian akibat kemacetan kronis  di Jakarta mencapai Rp67, 5 triliun per tahun. Selain fisik dan sosial, persoalan lain  yang menjadi sorotan  yakni masih ‘menjomblonya’ Anies. Sejak ditinggal Sandiaga Uno yang mencalonkan diri menjadi calon wakil presiden pada 10 Agustus 2018, kursi wakil gubernur  (Wagub) masih kosong  melompong. Masih ‘menjomblonya’ Anies yang sudah 10 bulan itu  disentil Mendagri Tjahjo Kumolo.  Ia meminta kekosongan kursi wagub   segera diisi, sehingga pelayanan dan pergerakan roda Pemprov DKI Jakarta bisa lebih maksimal lagi. Pembangunan infrastruktur, pembenahan transportasi dan penanganan persoalan lain yang membekap Jakarta sangat penting,   tetapi kekosongan kursi wagub juga tidak boleh dibiarkan. Bila Anies dibiarkan terus ‘menjomblo’ dan pergerakan roda Pemprov DKI Jakarta maupun pelayanan tidak maksimal,  sudah pasti merugikan warga. Isilah segera kursi wagub. Janganlah pengisian jabatan yang satu ini  digantung dan digoreng. Itulah potret persoalan yang melilit Jakarta dan publik berharap segera dituntaskan. @*


News Update