RIBUAN anjing setiap tahun dibantai dan dikonsumsi di Kabupaten Karanganyar, Surakarta. Bupati Yuliatmono menyelamatkannya. Warung daging jenis ini di seluruh wilayahnya ditutup, dan para pedagangnya diberi modal untuk usaha lain. Berbahagialah satwa anjing di daerah itu. Tapi bagaimana yang di luar daerah itu? Dalam istilah “kimia”-nya, daging anjing disebut B-1. Sebagai satwa, anjing merupakan hewan piaraan yang dekat dengan manusia di samping kucing. Tapi karena kultur turun temurun, sudah biasa menikmati daging B-1. Bahkan belum lama ini viral di medsos, dalam lagu Batak muncul lirik “makan daging anjing dengan sayur kol”. Lagu itu sempat mengusik komunitas penyayang anjing “Dog Meat Free Indonesia”, karena secara tak langsung “kampanye” penjagalan anjing. Kata komunitas tersebut, 7 persen penduduk Indonesia mengkonsumsi daging B-1. Tapi karena penduduk RI jumlahnya sekarang sekitar 250 juta, jumlahnya menjadi banyak juga. Mengkonsumsi daging anjing bukan monopoli Sumut, di Jakarta dan Karanganjar Surakarta, bahkan Solo-nya sendiri juga ditemukan. Di sana daging B-1 disebut “sate guk-guk”. Lagi-lagi menurut “Dog Meat Free Indonesia”, di Karanganyar setiap bulannya 2.000 anjing dibantai untuk dikonsumsi. Beruntung Bupati Karanganyar Yuliatmono memiliki rasa perikehewanan cukup tinggi. Tanpa menunggu hadirnya Komnas Hak Azasi Anjing, bupati melarang pembantaian anjing. Dan seluruh warung “sate daging anjing” di wilayahnya harus tutup. Kepada para pemilik warung diberi modal Rp 5 juta untuk alih usaha. Siapkah para pemilik warung B-1 itu menjalankan instruksi Bupati? Sebagian oka-oke saja, tapi sebagian menolak dengan alasan tak ada larangan memotong anjing. Lagi pula, itu kebijakan sepihak, karena para pemilik warung sebelumnya tak diajak musyawaroh dan mufakat. Agaknya modal Rp 5 juta untuk rintisan baru tak ada artinya dibandingkan dengan usahanya yang sudah jalan selama ini. Mestinya, Bupati Yuliatmono meniru gaya Jokowi waktu jadi Walikota Solo, sebelum ada kebijakan harus ada pendekatan makan-makan bersama. Lagi pula, jika Karanganyar hanya jalan sendiri, berarti yang diselamatkan juga hanya anjing-anjing Karanganyar saja. Tapi pelarangan pembantaian anjing secara nasional, apakah mungkin? – gunarso ts
Bahagianya Anjing Karanganyar Nyawanya Diselamatkan Bupati
Senin 24 Jun 2019, 07:09 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
HIBURAN
Profil dan Pendidikan Amanda Rigby, Aktris yang Dikabarkan Akan Menikah dengan Andre Taulany
JAKARTA RAYA
Video Rekaman CCTV Pria Tendang Wanita di Mal Senayan City Viral, Tampang Pelaku Terungkap
OLAHRAGA
KLIK Link Live Streaming Voli Putri Indonesia vs Nepal di Asian Games 2026 Sore Ini, Mulai Jam 17.20 WIB