Yang Masih Tersisa dari Lebaran

Sabtu 22 Jun 2019, 07:20 WIB

APA yang tersisa dari Lebaran kemarin? Sebagian masyarakat pasti akan menjawab, lelah, karena berbagai kesibukan yang dilakukan. Baik itu secara ritual keagaaaan maupun adat istiadat. Bagi yang pulang kapung bisa jadi nggak ketolongan capenya? Atau yang keluar negeri? Itulah sisa-sisa Lebaran yang paling menonjol. Bersyukur yang berpergian ke kampung halaman, dan berbagi kebahagiaan bersama keluarga, orang tua di sana, sanak keluarga dan kerabat dekat? Kalau ada rezeki bisa dinikmati bersama. Begitukah? Ya, itulah arti kebersamaan dalam lebaran. Namun ada juga saudara kita yang menderita karena musibah yang menimpa mereka. Lihat saja di sebagian wilayah negeri ini terserang banjir bandang yang menenggelamkan rumah dan sawah. Ada juga yang kena musibah di jalan ketika pulang? Ya, semuanya akan meninggalkan sisa kesedihan yang sangat panjang. Banyaklah yang tersisa, bisa juga kue yang masih banyak di rumah karena waktu belanja begitu nafsu. Kue apa saja diborong. Sementara kue di waktu Lebaran kan bisa jadi hampir setiap rumah sama, ya? Kue kering, dari yang buatan pabrik sampai rumahan. Jadi apalagi yang tersisa? O, iya itu, sisa hutang piutang yang harus ditanggung sampai ke Lebaran tahun depan. Bayangkan saja, Bu Anu kemarin mengutang kue seharga Rp 2 juta rupiah yang harus dicicil selama sepuluh bulan? Belum lagi utang alat rumah tangga termasuk baju seragam? Hem, itu hutang, akan lunas pada Lebaran depan, tapi akan dibuka lagi utang baru untuk Lebaran seberikutnya? Ya, apa boleh buat? -massoes


News Update