Saat Presiden Jokowi Enggan Tiup Lilin Hari Ulang Tahunnya

Sabtu 22 Jun 2019, 07:56 WIB

KETIKA manusia Indonesia sudah kebarat-baratan atau kemlondo-londo, merayakan hari kelahiran seakan menjadi kewajiban. Ada keluarga yang sering pesta di rumah, karena tiap bulan bergantian memperingati hari kelahiran anggota keluarga. Padahal presiden kita Jokowi, tak pernah memperingati hari ulangtahunnya, apa lagi sampai tiup lilin segala. Keluarga sekarang ini, merayakan hari kelahiran anggota keluarga sudah menjadi kebutuhan. Meski hanya keluarga biasa, bukan artis sinetron sejuta episode, rayakan hari ulangtahun seperti jadi kewajiban. Bahkan, yang butuh ulangtahun itu bukan bocahnya, tapi ayah bundanya, karena tak mau dianggap ketinggalan jaman. Padahal kakek-neneknya dulu, yang lahir di tampah dukun bayi, tak pernah diulangtahuni. Bagi keluarga moderat, anggota keluarga gaya-gayaan ulangtahunan, dibiarkan saja. Tapi yang berpandangan kuno dan tak mau kemlondo-londo, anggota keluarga yang kebarat-baratan itu tak urung dinyinyiri. Bahkan pernah terjadi, saking antinya ulangtahun-ulangtahunan, ketika anak balitanya hendak diulangtahuni oleh bulik dan tantenya, dia kasih “pelajaran” dengan caranya sendiri. Patung kelinci dari lilin itu langsung dibenamkan pada kue tart yang sedianya untuk pesta ulang tahun. Ketika diprotes istri, jawabnya enteng saja, “Lho, kelinci kan suka ngerong (masuk lobang), ya biar saja.” Kemarin Presiden Jokowi berulang tahun ke 58. Beliau lahir 21 Juni 1961, dari keluarga sederhana di Solo. Karena itulah tak ada tradisi ulangtahun-ulangtahunan dalam keluarganya. Tapi ternyata, meski kini sudah menjadi orang besar, bahkan orang nomor satu di republik ini, tetap tak mau ulangtahun-ulangtahunan segala. “Ya saya bersyukur saja pada Allah Swt.” Kata Jokowi kemarin. Para wartawan kemarin tak hanya mengucapkan selamat ulangtahun, tapi juga siap dengan lilin dan kue ulangtahunnya dengan harapan Presiden Jokowi akan meniupnya. Ternyata beliau enggan melakukan. Lilin itu hanya dikibas dengan tangannya dan matilah seketika. Jokowi selalu mengatakan, ajaran Trisakti Bung Karno akan dilaksanakan secara konsekuen. Point ketiga dari ajaran itu adalah: berkepribadian dalam budaya. Nah, budaya ulangtahunan adalah budaya Barat. Karena itulah Presiden Jokowi enggan melakukannya, kemlondo-londo seperti orang Barat. Bisakah rakyat menirunya? – gunarso ts


News Update