Tersengat Tarif Listrik

Jumat 21 Jun 2019, 05:18 WIB

DALAM dua hari ini masyarakat terutama ekonomi menengah ke bawah serta kalangan industri kecil resah setelah beredar informasi tarif listrik bakal naik. Dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengusulkan subsidi listrik pada 2020 diturunkan. Pemerintah mengusulkan, subsidi listrik tahun 2020 sebesar Rp58,62 triliun, lebih rendah dibanding 2019 sebesar Rp65 triliun. Selisihnya Rp6 triliun akan dialihkan ke anggaran tahun berikutnya. Pemerintah juga mengusulkan golongan 900 VA tangga mengikuti tarif adjusment atau penyesuaian harga pasar. Dampak riil yang akan dirasakan masyarakat, tarif listrik akan lebih mahal. Bukan cuma rumah tangga yang akan menjerit tersengat mahalnya tarif listrik, usaha rumahan pun bakal tumbang, kalangan usaha kecil dan menengah (UKM) terancam gulung tikar. Daya beli masyarakat pun makin menurun. Golongan 900 VA selama ini terbagi menjadi dua golongan, yaitu penerima subsidi serta penerima tarif adjusment. Bila pemerintah mengurangi subsidi listrik, atau dengan kata lain menaikkan tarif listrik, akan berdampak pada ekonomi pada kedua golongan masyarakat penerima subsidi maupun adjusment. Tak bisa dipungkiri, kondisi perekonomian Indonesia saat ini masih jauh dari stabil, dengan beban utang luar negeri mencapai Rp5.000 triliun lebih. Masyarakat juga dihadapkan pada sulitnya mencari uang, ditambah biaya hidup yang terus meroket dengan mahalnya kebutuhan pokok hingga daya beli masyarakat menurun. Pemerintah semestinya memahami lesunya roda ekonomi masyarakat, yang diprediksi akan terus terjadi hingga akhir tahun ini. Naiknya tarif listik tahun depan akan menimbulkan efek domino hingga berimbas kian terpuruknya perekonomian masyarakat. Kenaikan harga-harga tak bisa dihindari, usaha kecil terancam tumbang dan UKM bisa gulung tikar. Rencana mengurangi subsidi listrik alias menaikkan tarif listrik yang tengah diusulkan ke DPR, harus dikaji ulang. Karena akan membuat rakyat sudah terlilit ekonomi, akan semakin menderita tersengat mahalnya tarif listrik. **


Berita Terkait


News Update