PUBLIK lagi-lagi dikejutkan dengan ulah terpidana kasus korupsi. Setya Novanto (Setnov), mantan Ketua DPR RI terpidana 15 tahun kasus korupsi megaproyek e-KTP, yang menghuni Lapas Sukamiskin, Bandung, terpergok ‘plesiran’ ke sebuah toko bangunan di Purwakarta, Jawa Barat. Setnov kini dipindah ke Lapas Gunung Sindur, penjara dengan super maksimum sekuriti tempat sejumlah terpidana teorisme ditahan. Bisa jadi bila aktivitas mantan politisi Golkar itu tidak terpantau publik dan viral di dunia maya, dia masih tetap ‘nyaman’ tinggal di Lapas Sukamiskin. Menteri Hukum dan HAM, Yassona Laoly kena imbasnya. Desakan mundur mengemuka lantaran sudah berulang kali ditemukan penyimpangan di Lapas Sukamiskin. Sengkarut manajemen Lapas dinilai masih belum bisa diperbaiki. Peraturan ketat dan protap di Lapas hanya sebatas di atas kertas. Seperti diketahui, sebelumnya pernah terkuak praktik curang adanya sel mewah, bebasnya warga binaan ‘plesiran’ keluar Lapas hingga bisa menginap di hotel, serta praktik suap ratusan juta rupiah dari napi tajir yang mendapat perlakuan istimewa di Lapas Sukamiskin. Buntutnya, Wahid Husein yang ketika itu menjabat Kalapas Sukamiskin, diciduk KPK dan divonis 8 tahun penjara karena dinyatakan terbukti menerima suap. Napi berduit alias tajir, menganggap uang bisa mengatur segalanya. Uang membuat mereka menjadi ‘raja’, mendapat fasilitas khusus sel mewah dan bisa keluar penjara dengan berbagai alasan. Alasan sakit, pergi berobat atau dirawat di rumah sakit, menjadi celah bagi warga binaan untuk menghirup udara lebih segar di luar Lapas bahkan plesiran menginap di hotel. Pada kasus Setnov, Kemenkum HAM menjelaskan bekas politisi Golkar itu menyelinap kabur pergi ke toko bangunan bersama istrinya seusai membayar bill rumah sakit. Dia meminta petugas menunggu, tapi ternyata ia pergi tanpa izin. Pertanyaannya, bagaimana mungkin petugas bisa diatur napi dan diperintahkan oleh narapidana untuk tidak ‘menempel’ mengawal warga binaan. Ini sebuah pelecehan, merendahkan wibawa petugas. Sudah saatnya penjagaan super ketat dilakukan terjadap warga binaan berkantong tebal yang cerdik memanfaatkan situasi. Bisa jadi cara cerdik Setnov diikuti napi ‘kakap’ lainnya. Kasus yang menjerat Wahid Husein, semestinya menjadi pelajaran pahit bagi pejabat dan petugas Lapas untuk tidak lengah. Manajamen Lapas tampaknya masih harus terus dibenahi. **
Penjagaan Super Ketat Narapidana ‘Kakap’
Selasa 18 Jun 2019, 08:32 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
HIBURAN
Profil dan Pendidikan Amanda Rigby, Aktris yang Dikabarkan Akan Menikah dengan Andre Taulany
JAKARTA RAYA
Video Rekaman CCTV Pria Tendang Wanita di Mal Senayan City Viral, Tampang Pelaku Terungkap
OLAHRAGA
KLIK Link Live Streaming Voli Putri Indonesia vs Nepal di Asian Games 2026 Sore Ini, Mulai Jam 17.20 WIB