TENSI politik di negeri ini masih panas pasca-Pemilu Serentak 2019. Aksi unjuk rasa di depan Gedung Bawaslu, Jakarta, disusul kerusuhan yang meletus 21 Mei dan 22 Mei lalu hingga membuat 9 warga kehilangan nyawa, menambah panas suhu politik. Gangguan Kamtibmas bukan hanya terjadi di Jakarta, letupan-letupan juga muncul di sejumlah daerah. Hari ini, Jumat (14/6) digelar sidang pertama sengketa Pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rasa cemas pun menyeruak, publik khawatir peristiwa kelam pada 21-22 Mei lalu terulang. Dimana aksi damai kelompok yang memprotes dugaan kecurangan pemilu, didomplengi aksi kelompok misterius yang berujung rusuh. Wilayah Gedung MK dalam radius ratusan meter sudah steril, kawat berduri mengelilingi gedung, dan sekitar 32.000 aparat keamanan juga telah disiagakan. Seolah memberi kesan, sidang gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) berpotensi menimbulkan ancaman gangguan tingkat tinggi. Tidak bisa dipungkiri, konstelasi Pemilu 2019 ini begitu dinamis, panas dan menimbulkan residu politik di akar rumput dua kubu pendukung Capres/cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin dan Capres Prabowo-Sandi. Bahkan bibit-bibit perpecahan telah muncul sebelum berlangsungnya pemilu. Kondisi ini tidak boleh terus dibiarkan. Proses persidangan PHPU masih panjang. Selama itu situasi kamtibmas akan terasa ‘panas dingin’. Kita berharap kondisi keamanan di seluruh pelosok Tanah Air aman terkendali, tak ada letupan-letupan yang memunculkan api pertikaian. Semua pihak harus bisa menahan diri, dan semua elemen bangsa ini punya kewajiban menjaga kondusifitas keamanan di bumi pertiwi ini. Aksi unjuk rasa atau menyampaikan pendapat di muka memang hak warga negara yang diatur oleh Undang-undang, dilakukan secara damai dan seusai aturan. Hanya saja, catatan penting yang harus digaris bawahi, aksi-aksi massa rawan didomplengi oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. Ini yang harus diwaspadai. Itu sebabnya selama proses sidang PHPU, semua pihak harus mampu menahan diri. Termasuk aparat keamanan, yang wajib mengedepankan sikap humanis, bukan sebaliknya bertindak represif. Begitu pula elit politik, beri teladan kepada masyarakat dengan ucapan-ucapan menyejukkan. Jangan sebaliknya, melontarkan statemen yang justru membuat situasi semakin memanas. Jaga persatuan dan jangan terpecah belah bila bangsa ini ingin kuat. **
Jaga Kondusifitas Bumi Pertiwi
Jumat 14 Jun 2019, 06:35 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
HIBURAN
Profil dan Pendidikan Amanda Rigby, Aktris yang Dikabarkan Akan Menikah dengan Andre Taulany
JAKARTA RAYA
Video Rekaman CCTV Pria Tendang Wanita di Mal Senayan City Viral, Tampang Pelaku Terungkap
OLAHRAGA
KLIK Link Live Streaming Voli Putri Indonesia vs Nepal di Asian Games 2026 Sore Ini, Mulai Jam 17.20 WIB