KONVOI bermotor anak-anak muda menjelang sahur, menebar ketakutan di kalangan warga. Sulit dibedakan, mana kelompok remaja yang hanya ingin jalan-jalan atau melakukan kegiatan sosial, dan mana gerombolan geng kriminal. Karena kelompok geng motor yang kerap membuat ulah, juga memanfaatkan malam Ramadan untuk mencari musuh. Peristiwa tewasnya seorang remaja di Jalan Dr. Satrio, Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (18/5/2019) dinihari harus menjadi catatan penting dan perhatian serius semua pihak, baik aparat keamanan maupun keluarga. Danu Tirta, remaja 16 tahun yang baru lulus SMP, harus kehilangan nyawa dibacok kelompok bermotor ketika dan kawan-kawan sedang mengikuti kegiatan membagi makanan sahur, acara yang beken disebut Sahur On The Road (SOTR). Dua pekan lalu, di rubrik ini pernah kami pernah mengingatkan bahwa konvoi anak muda di bulan Ramadan, rawan memantik keributan. Kelompok yang murni melakukan aktivitas sosial, bukan berarti aman dari ancaman kekerasan meski mereka tidak punya musuh. Karena ada gerombolan lain yang memang hobi memantik keributan. Sebagai catatan, di awal Ramadan seorang remaja juga kehilangan nyawa akibat dibacok kelompok lainnya di Senen, Jakarta Pusat. Dua hari sebelum kejadian, polisi juga membubarkan gerombolan anak muda yang siap tawuran di Kemayoran, Jakarta Pusat. Setiap tahun peristiwa tawuran seperti menjadi agenda rutin anak-anak muda yang senang mencari keributan. Belajar dari pengalaman tersebut, semua pihak memiliki tanggung jawab mencegah munculnya keonaran dan keributan. Anak-anak muda senang kongkow tanpa tujuan. Malam hari sambil menunggu sahur, biasanya anak-anak muda kerap mengisi waktu, kongkow dengan sesama kelompok, lalu timbul gesekan dengan kelompok lain atau janjian via medsos. Mendompleng kegiatan SOTR, anak-anak muda konvoi di jalan lalu terjadi gesekan hingga pecah keributan. Membagi-bagi makanan bagi kaum tak berpunya pada malam Ramadhan, sejatinya merupakan kegiatan positif. Sayangnya kerap disalahgunakan oleh anak muda yang senang keributan, hingga mencoreng kelompok lain yang murni melakukan kegiatan positif. Baik aparat kepolisian, aparat pemda, orang tua maupun tokoh masyarakat tidak bisa lepas tangan. Aparat kepolisian harus proaktif mencegah keributan dan tawuran. Tingkatkan patroli di titik-titik rawan di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya guna mencegah bentrokan baik yang dipicu kelompok-kelompok yang kerap kongkow di pinggir jalan. Langkah lainnya, kawal kelompok yang akan melakukan kegiatan sosial. Atau buat aturan tegas, melarang kegiatan apa pun di jalan, dan bubarkan konvoi bermotor bila hanya menebar ketakutan di masyarakat. **
Awasi Konvoi Motor Malam Ramadan
Selasa 21 Mei 2019, 08:15 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
HIBURAN
Profil dan Pendidikan Amanda Rigby, Aktris yang Dikabarkan Akan Menikah dengan Andre Taulany
JAKARTA RAYA
Video Rekaman CCTV Pria Tendang Wanita di Mal Senayan City Viral, Tampang Pelaku Terungkap
OLAHRAGA
KLIK Link Live Streaming Voli Putri Indonesia vs Nepal di Asian Games 2026 Sore Ini, Mulai Jam 17.20 WIB