"Ke Jakarta aku kan kembali Walaupun apa yang kan terjadi". INI petikan lirik lagu yang berjudul "Kembali ke Jakarta" yang dinyanyikan band legendaris Koes Plus. Lagu ini menceritakan meski telah pergi jauh, akan tetap kembali ke Jakarta. Karena di sana rumahku, dalam kabut biru. Di sana juga ada yang berdiri menunggu 'kasihku'. Lagu ini selaras dengan kisah para pemudik Lebaran di era kini. Pulang mudik menjadi ritual rutin setiap tahun bagi para perantau. Sejauh mana pun pulang ke kampung halaman, usai Lebaran, selesai cuti bersama, para pemudik akan kembali ke Jakarta. Kembali melakukan aktivitas pekerjaannya di Jakarta dengan beragam profesi yang digelutinya. Ada Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai BUMN, pengusaha, swasta, pedagang, dan pekerja serabutan. Bahkan, yang belum memiliki pekerjaan pun ikut ke Jakarta bersama teman atau sanak familinya dengan satu tujuan: mencari pekerjaan. Apakah aktivitas seperti ini - sering disebut urbanisasi, harus dilarang? Jawabnya tak ada larangan bagi siapa pun untuk mencari nafkah di Jakarta. Di negara mana pun, ibukota negara terbuka untuk semua warganya sepanjang jelas jati dirinya. Maknanya jika ingin merantau wajib melengkapi identitas diri berupa dokumen kependudukan beserta surat - surat lainnya. Hal yang tak boleh dilupakan, meski bukan menjadi kewajiban adalah memiliki bekal keterampilan yang cukup. Ini penting sebagai bekal diri agar mampu bersaing memperebutkan pasar kerja. Ibarat orang bepergian ke suatu tempat, tanpa bekal yang cukup, dapat menyulitkan dirinya sendiri di tempat tujuan yang pada akhirnya akan merepotkan orang lain, masyarakat sekitar sehingga menambah beban bagi daerah yang dituju. Jakarta sebagai kota terbuka tidak bisa mencegah arus urbanisasi. Yang bisa dilakukan hanya memfilter pendatang yang tidak memiliki identitas kependudukan. Ini tidak bisa serta memulangkan mereka ke desa asal. Ke depan hendaknya perlu adanya kajian untuk merumuskan bagaimana menyeleksi bekal keterampilan para pendatang. Persoalannya apakah yang tidak berketerampilan, dibatasi geraknya untuk mencari nafkah di Jakarta? Tentu saja tidak. Jika demikian, filter ada dalam diri masing- masing pendatang karena merekalah yang akan memetik hasilnya kelak. (*)
Jakarta Kota Terbuka
Sabtu 18 Mei 2019, 05:11 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
HIBURAN
Profil dan Pendidikan Amanda Rigby, Aktris yang Dikabarkan Akan Menikah dengan Andre Taulany
JAKARTA RAYA
Video Rekaman CCTV Pria Tendang Wanita di Mal Senayan City Viral, Tampang Pelaku Terungkap
OLAHRAGA
KLIK Link Live Streaming Voli Putri Indonesia vs Nepal di Asian Games 2026 Sore Ini, Mulai Jam 17.20 WIB