KABINET Kerja Presiden Jokowi akan berakhir pertengahan Oktober 2019, berarti masa kerjanya tinggal 5 bulan. Tapi isyu beredar bahwa akan terjadi perombakan (reshufle) kabinet seusai Lebaran 1440 H. Kenapa musti tunggu habis Lebaran? Masa kerja yang tanggung, terkesan Jokowi sekedar mau luncurkan “Kabinet Percobaan”. Melihat kecenderungan angka-angka di situng KPU dan juga hasil quick count 12 lembaga survei, Jokowi optimis akan memperpanjang pemerintahannya di periode kedua (2019-2024). Hasil resminya tinggal menunggu keputusan KPU pada 22 Mei mendatang. Jokowi pasti sudah merancang kabinet mendatang. Tapi bersamaan dengan itu kabar tak sedap juga menyeruak. Sejumlah anggota kabinet terseret-seret oleh urusan KPK. Bukan terkena OTT, tapi tersangka itu “menggigit” atau menyeret sejumlah menteri. Misalnya Mensos Idrus Marham, belum lama menggantikan Khofifah, tahu-tahu “tergigit” oleh Eny Saragih dalam perkara proyek PLTU Riau-1, dan eks Sekjen Golkar itu sudah divonis 3 tahun penjara. Kemudian Menpora Imam Nahrowi, dia harus jadi saksi dalam kasus korupsi dana hibah untuk KONI. Lalu Menag Lukman Hakim, terbawa-bawa dalam pusaran kasus jual beli jabatan di Kemenag gara-gara ulah Romahurmuziy eks Ketum PPP. Dan paling baru, rumah dan kantor Mendag Enggartyasto Lukito sampai digeledah KPK gara-gara tergigit Bowo Sidik Pangarso, tersangka dana “serangan fajar” 400.000 amplop. Gara-gara ini, Presiden Jokowi sampai “dijewer” Ketua KPK agar angkat menteri lihat dulu jejak rekamnya. Maksudnya mungkin, jangan langsung teken calon menteri yang disodorkan parpol. Ini namanya pasang menteri sekedar balas budi. Bersamaan dengan itu, isyu beredar santer bahwa Presiden Jokowi hendak merombak kabinetnya usai Lebaran 1440 H nanti. Kenapa harus habis Lebaran? Tanggung amat, kan masa kerja kabinet tinggal 5 bulan saja. Kasihan menteri penggantinya. Jadi menteri hanya seumur jagung, numpang lewat doang. Bisa jadi, sambil menunggu pengumuman KPU, perombakan kabinet ini sekedar “nomer percobaan” Kabinet Kerja II. Maksudnya, yang bagus terus berlanjut ikut gerbong periode kedua. Yang raportnya merah langsung dicoret diganti wajah baru. Mudah-mudahan saja, Kabinet Kerja II lebih banyak diisi para profesional, bukan usungan dari parpol melulu. – gunarso ts
Mengapa Merombak Kabinet Harus Nunggu Usai Lebaran
Kamis 09 Mei 2019, 07:20 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
JAKARTA RAYA
Respons Senayan City Soal Viral Pria Tendang Wanita di Food Court, Ini Pernyataan Manajemen
HIBURAN
Profil dan Pendidikan Amanda Rigby, Aktris yang Dikabarkan Akan Menikah dengan Andre Taulany
JAKARTA RAYA
Video Rekaman CCTV Pria Tendang Wanita di Mal Senayan City Viral, Tampang Pelaku Terungkap