Berharap Sembako Melimpah Dengan Harga Murah

Sabtu 04 Mei 2019, 08:05 WIB

PEKAN depan mulai memasuki bulan Ramadan atau sering disebut bulan Puasa. Kita semua , umat muslim khususnya tentu menyambut dengan suka cita sebagai bulan penuh berkah dan maghfirah. Di sisi lain, bagi pemerintah  wajib melindungi dan memfasilitasi agar suka cita masyarakat tersebut dapat terapresiasi dengan baik, tanpa terganggu oleh hal – hal yang menyangkut kebutuhan hidupnya. Satu hal yang wajib dipenuhi adalah tersedianya kebutuhan pokok masyarakat. Ini tidak bisa dihindari karena sebagaimana lazimnya, memasuki bulan suci Ramadan atau Puasa kebutuhan masyarakat atas pangan akan meningkat. Tidak hanya stok pangan yang melimpah, tetapi stabilitas harga pangan yang sangat diharapkan masyarakat. Kebiasaan harga beberapa jenis komoditas pangan naik di bulan Puasa dan jelang Lebaran, kali ini harus dipastikan tidak akan terjadi. Di sinilah peran pemerintah beserta kementerian dan jajaran terkait mengantipasi sejak dini terhadap kecenderungan kenaikan harga pangan. Tidak saja pemerintah pusat, pemerintah daerah beserta dinas terkait juga perlu mengantisipasi terhadap sentra – sentra industri pangan menyangkut ketersedian stok, jalur distribusi dari daerah produsen hingga ke konsumen. Dalam sejumlah kasus, terjadinya kenaikan harga akibat keterlambatan pasokan ke konsumen. Penyebabnya cukup beragam. Bisa karena faktor cuaca, masalah transportasi, tak jarang karena stok yang terbatas. Keterlambatan distibusi yang sering menjadi alasan klasik sehingga stok berkurang, sementara terdapat lonjakan permintaan sehingga mendorong kenaikan harga, mestinya sudah terantispasi sejak awal. Kita tentu berharap tak ada lagi terdengar ulah mafia pangan sebagai alasan terjadinya gejolak harga. Menjadi pertanyaan siapa sebenarnya mafia pangan ( jika memang ada). Apakah negara harus kalah dengan mafia pangan? Tentu saja tidak. Seberapa pun hebatnya mafia pangan, kita meyakini, negara dapat menumpasnya. Negara memiliki kewenangan, memiliki aparat, perangkat hukum yang bisa menjebloskan mereka ( mafia) ke penjara. Dalam konteks ini, tidak berlebihan sekiranya publik berharap para elite, pejabat publik tidak mengesampingkan kebutuhan pokok rakyat. Konsentrasi terhadap persolan politik menjadi kewajiban dalam rangka menyiapkan pemerintahan lima tahun mendatang. Tetapi masalah pangan sebagai kebutuhan utama rakyat, jangan lantas terlupakan. Rakyat butuh pangan ( sembako) melimpah dengan harga murah. (*).


News Update