BANJIR kiriman dari Bogor yang melanda sebagian wilayah DKI Jakarta, bukan hanya membawa air bah yang membuat permukiman warga terendam. Banjir juga membawa sampah kiriman hampir mencapai 200 ton. Aneka jenis limbah, mulai sampah plastik hingga peralatan rumah tangga, bahkan ada juga kulkas terbawa arus sampai ke Jakarta. Volume sampah yang terbawa banjir luar biasa. Pada Jumat (19/4/2019) sampah kiriman yang mengalir dari wilayah hulu Sungai Ciliwung dan tersangkut di Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan, mencapai 170 ton hanya dalam satu hari saja. Sampah juga menumpuk di kawasan Kampung Melayu, serta di Kali Banjir Kanal Barat (BKB). Banjir kiriman, berdampak pada dua masalah yaitu air bah serta sampah. Meningkatnya debit air Sungai Ciliwung selain membuat 17 titik permukiman terendam, juga membuat sampah berserakan. Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) harus bekerja ekstra keras karena bukan hanya membantu evakuasi korban banjir, tapi juga mengangkuti sampah. Banjir yang melanda wilayah DKI Jakarta, menyimpan masalah kompleks. Karena tidak hanya dipicu hujan deras yang mengguyur Ibukota, melainkan juga persoalan di wilayah daerah penyangga, terutama Bogor. Ketika status Bendung Katulampa Bogor dan Pintu Air Depok bersatus Siaga I, warga Jakarta harus siap-siap ‘menerima’ kedatangan kiriman air. Permasalahan perkotaan di Jakarta tidak bisa diselesaikan sendiri oleh Pemprov DKI, melainkan butuh dukungan daerah mitra yang bersentuhan dengan wilayah Ibukota. Sejak 2010, setiap tahun Pemprov DKI menggelontorkan dana puluhan miliar rupiah kepada daerah penyangga Bodetabekjur (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Cianjur). Alokasi hibah tersebut untuk pengendalian banjir, pengelolaan sampah, sinkronisasi tata ruang Jabodetabekjur, kebersihan, kesehatan daan lainnya. Artinya, koordinasi Pemprov DKI dengan daerah penyangga dalam mengatasi persoalan banjir, masalah sampah termasuk kemacetan lalu lintas, telah diupayakan sejak lama. Bila banjir dan kiriman sampah dari hulu masih mengancam Jakarta, ada baiknya program yang dilakukan daerah mitra dikaji bersama. Bukan untuk mengevaluasi penggunaan dana, melainkan mengkaji efektifitas program yang dilakukan. Pemprov DKI bisa memberi masukan konsep penataan wilayah penyangga, semisal perlu membangun waduk-waduk di daerah hulu guna mencegah banjir kiriman, atau masukan lainnya. Koordinasi dan sinkronisasi konsep pembangunan di wilayah hulu, dibutuhkan untuk meminimalisir musibah melanda warga Ibukota. Agar kiriman banjir dan kiriman sampah tak lagi sampai ke Jakarta. **
Banjir Kiriman dan Sampah Kiriman
Selasa 30 Apr 2019, 04:48 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
JAKARTA RAYA
Respons Senayan City Soal Viral Pria Tendang Wanita di Food Court, Ini Pernyataan Manajemen
HIBURAN
Profil dan Pendidikan Amanda Rigby, Aktris yang Dikabarkan Akan Menikah dengan Andre Taulany
JAKARTA RAYA
Video Rekaman CCTV Pria Tendang Wanita di Mal Senayan City Viral, Tampang Pelaku Terungkap