Mendorong Jakarta Berwajah Baru

Senin 29 Apr 2019, 06:50 WIB

KOTA  Jakarta pada 22 Juni 2019 nanti  tepat berusia 492 tahun. Meski masih sekitar 50 hari lagi, tetapi pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jakarta sudah dimulai. Mengambil tema ‘Wajah Baru Jakarta’, Gubernur Anies Baswedan mencanangkan HUT ke 492 itu di Taman O, Kelurahan Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, dua hari lalu. Pencanangan HUT Kota Jakarta lalu diikuti serentak di wilayah kota lainnya. Misalnya, Jakarta Pusat pencanangan digelar di Kolong Stasiun Sudirman, Menteng. Jakarta Barat  di RPTRA Kembangan. Jakarta Selatan di Taman Maju Bersama Asakinah, Kelurahan Kebagusan. Jakarta Utara, di Kampung Aquarium. Sedangkan Kepulauan Seribu di Pulau Untung Jawa. Dalam pencanangan HUT Kota Jakarta, Anies menegaskan, ‘Wajah Baru Jakarta’  bukan sekadar baru dalam artian fisik saja, tetapi kebaruan itu dimulai dari pikiran sampai pada perbuatan. Kita tidak bisa menampik, Jakarta saat ini telah banyak perubahan dalam arti secara fisik atau pembangunan infrastruktur dan lainnya. Tahun ini sudah ada Moda Raya Transportasi (MRT), Jembatan Penyebarangan Orang (JPO) unik, trotoar yang lebar-lebar, dan lainnya. Tekad Anies agar  ‘Wajah Baru Jakarta’ bukan sekadar kebaruan fisik tentu saja mengundang perhatian publik. Sebab, untuk mewujudkan hal itu  tidak segampang membalikan telapak tangan. Banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang harus dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk menuju ‘Wajah Baru Jakarta  itu.  Salah satunya adalah mengatasi persoalan dasar warga yakni pengangguran. Sesuai dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, jumlah pengangguran warga ibukota naik 8,29 persen dari sebelumnya 290.120 orang kini menjadi 314.840 orang. Ratusan ribu pengangguran harus segera dicarikan solusi jitu dengan membuka lapangan pekerjaan yang berlimpah. Bila tidak, keinginan menjadikan ‘Wajah Baru Jakarta’ yang bukan sekadar  fisik saja bisa cuma sekedar mimpi,  karena pengangguran identik dengan kemiskinan. Dan kemiskinan kadang  menghadirkan pemikiran yang tidak jernih. Bukankah pembangunan non fisik atau sosial meliputi pembangunan manusia, ekonomi, kesehatan, dan pendidikan yang tentu saja di dalamnya menyangkut kesejahteraan warga. Kita dorong  Jakarta ‘Berwajah’ Baru  yang sesunguhnya bisa terwujud. @*


News Update