Problema Atasi Banjir Jakarta

Sabtu 27 Apr 2019, 04:39 WIB

BANJIR yang melanda Jakarta dan sekitarnya hampir terjadi setiap tahun. Biasanya setiap bulan Januari – Februari bersamaan dengan puncak musim hujan sebagaimana telah diprediksi. Tahun ini, banjir masih tersisa hingga bulan ini akibat masih turunnya hujan lebat dalam beberapa hari terakhir. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebutkan hingga Jumat (26/4/2019), titik lokasi banjir meliputi wilayah Jakarta Selatan. Seperti di Kelurahan Lenteng Agung, Kelurahan Srengseng Sawah, Kelurahan Pengadegan, Kelurahan Rawajati, dan Kelurahan Pejaten Timur, dengan ketinggian air sekitar 20 cm hingga 170 cm. Di Jakarta Timur mencakup wilayah Kelurahan Cawang, Kelurahan Balekambang, Kelurahan Kampung Melayu, Kelurahan Bidara Cina dengan ketinggian air mencapai 20 cm hingga 100 cm. Meski banjir hanya melanda sebagian wilayah ibukota, bukan berarti problem banjir dipandang sebelah mata. Kita meyakini Pemprov DKI telah menyiapkan segala strategi untuk mengatasi banjir dengan beragam kompleksitas permasalahannya. Masalah banjir memang menjadi pekerjaan rumah Gubernur Anies Baswedan, meski kita tahu banjir Jakarta bukan hanya problem Jakarta, tetapi problem kita semua, termasuk pemerintah pusat. Ada tiga masalah yang mesti diselesaikan dalam mengatasi banjir ibukota. Pertama, mengatasi problem di hulu sungai dengan membangun Bendungan Sukamahi dan Bendungan Ciawi, di Bogor. Bendungan ini difungsikan untuk menahan debit air dan mengurangi potensi banjir saat musim hujan khususnya di Jakarta. Dengan daya tampung Bendungan Sukamahi sekitar 1,6 juta m3 dan Bendungan Ciawi sebesar 6,4 juta m3, diperkirakan kedua bendungan ini akan mampu mengurangi potensi banjir di hulu Ciliwung hingga 30 persen. Kedua, mengatasi problem di hilir sungai. Di antaranya memperlebar (normalisasi) Kali Ciliwung, membuat sodetan, sumur resapan dan pembersihan drainase. Pembangunan bendungan dalam proses penyelesaian, diharapkan tahun ini bisa difungsikan. Begitu pun normalisasi kali, pembangunan sodetan dan sumur resapan sedang berjalan. Kita berharap dengan berbagai upaya yang sedang dan telah dijalankan, pengendalian banjir di Jakarta dapat berjalan sesuai harapan.Tetapi penyiapan sarana, prasarana pengendalian banjir seperti pembangunan bendungan, belumlah cukup. Ada hal ketiga yang perlu menjadi perhatian kita bersama, yakni peduli lingkungan. Ini menyangkut tabiat sebagian warga masyarakat yang belum disiplin dalam menjaga lingkungan seperti membuang sampah tidak pada tempatnya. Tidak kalah pentingnya kepedulian melestarikan lingkungan dengan memperbanyak menanam pohon, penghijauan sekitar rumah. Yang utama adalah kepedulian merawat fasilitas lingkungan seperti taman, ruang terbuka hijau dan pembersihan saluran air ( drainase). Perawatan memang acap menjadi kendala tersendiri. Ada kebiasaan, bisa membangun, tetapi tidak konsisten dengan perawatan. (*).


News Update