Ketika Penjual Air Galonan Lolos jadi Anggota Dewan

Sabtu 27 Apr 2019, 07:15 WIB

LEMBAGA wakil rakyat di era gombalisasi kini bukan lagi diisi orang-orang yang ber-DNA politisi, tapi justru para jobseker yang sebelumnya awam politik. Ketika susah cari kerja, untung-untungan daftar jadi Caleg. Jika Dewi Fortuna berpihak padanya, seorang penjual air galonan pun lolos jadi anggota dewan. Dan ini terjadi di Sulawesi Tenggara. Ketika persaingan pencari kerja semakin tajam, banyak orang mencari peruntungan dengan modal untung-untungan. Melamar jadi PNS tidak gampang, ya sudah......iseng-iseng daftar jadi Caleg, siapa tahu dapat. Maka seperti anak Amien Rais, empat-empatnya Nyaleg semua. Tapi karena punya DNA politisi, bapaknya politisi pejuang reformasi, peluang terpilihnya sangat besar. Kalau artis atau selebritis nyaleg masih mending, memiliki elektabilitas di samping uang kertas. Tapi banyak juga orang biasa mengadu nasib pengin jadi wakil rakyat. Maka pada Pileg 2019 ini, mulai dari ojek online, tukang sol sepatu, pedagang kopi keliling, hingga pedagang cakwe berburu menjadi wakil rakyat. Dari 245.106 Caleg untuk DPR, DPRD dan DPD, banyak yang berangkat dari petualang dan pengangguran. Mereka memperebutkan kursi sebanyak 18.170, yakni untuk DPR 560, dan 17.610 sisanya untuk DPRD tingkat provinsi-kota, dan DPD. Sudah barang tentu bisa dipastikan, di luar yang 18.170 orang ini, akan menjadi mantan Caleg, bahkan bakal ada juga yang jadi kentir (gila) karena sudah habis banyak gagal jadi wakil rakyat. Tapi banyak juga yang tadinya untung-untungan, akhirnya untung beneran. Misalnya, Agung Darma, 28, Caleg Demokrat untuk DPRD Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara. Meski dirinya hanya pedagang air mineral galonan, disa bisa mengumpulkan suara 734, sementara Ketua DPC-nya Demokrat Muna hanya 520 meski Caleg No. 1. Modalnya bukan uang, tapi kegetolan Agung dor to dor sambil dagang air mineral, dibantu pula oleh jaringan mertua selaku pedagang batu bata. Tapi bisa apa dia nanti setelah jadi anggota dewan? Dia dipaksa harus banyak belajar tentang kedewanan, juga wawasan politiknya. Dan tak kalah penting, harus dites pula telinganya, penderita THT atau bukan? Sebab banyak kejadian, gara-gara jadi wakil rakyat yang “budeg”, dia berani juga terima suap meskipun sudah banyak temannya dikandangi KPK. – gunarso ts


Berita Terkait


News Update