ORANG kalau tetap mau dipercaya oleh orang lain, ya harus menepati janji yang pernah diucapkan. Jadi menepati janji memang keharusan. Janji adalah hutang. Begitu pepatah mengajarkan. Janji-janji memang banyak banget ditebar ketika musim pemilu yang baru saja berlalu. Kandidat, apakah presiden dan wakilnya, serta caleg, pokoknya kalau saya terpilih bapak ibu dan wilayah ini bakalan aku bangun. Apa yang belum punya di kampung ibu? O, tempat bermain,olah raga, atau sekolah Paud, TK,TPA? Malah bagai pemenang bukan sibuk untuk diri sendiri saja, tapi harus mengejawantahkan apa yang diinginkan rakyat. Itu secara umum. Nah, ada juga janji yang dinanti oleh pribadi. Ini orang yang membantu mati-matian sehingga sang calon jadi dan bisa duduk di kursi legislatif. Jadi kalau mau bekerja dengan menempati janji kayaknya nggak sempat leha-leha ya. Hemmm, apakah ada yang ingkar janji, adakah yang dusta dengan janjinya yang begitu menggebu-gebu? Banyaklah. Ada yang sibuk hanya untuk diri sendiri dan keluarganya. Mereka lupa kalau keberhasilannya itu adalah atas bantuan para pendukung, yakni rakyat pemilih. Memang janji adalah hutang yang harus dibayar. Janji jangan diabaikan, kalau nggak mau menyesal. Kenapa menyesal, ya karena doa orang yang diingkari janjinya sangatlah manjur, bakalan bikin anda susah. Orang sudah nggak percaya lagi pada anda. ‘Jadi, jangan sampai ada janji di antara dusta,ya?’ -massoes
Jangan Ada Janji di Antara Dusta
Rabu 24 Apr 2019, 07:30 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
JAKARTA RAYA
Respons Senayan City Soal Viral Pria Tendang Wanita di Food Court, Ini Pernyataan Manajemen
HIBURAN
Profil dan Pendidikan Amanda Rigby, Aktris yang Dikabarkan Akan Menikah dengan Andre Taulany
JAKARTA RAYA
Video Rekaman CCTV Pria Tendang Wanita di Mal Senayan City Viral, Tampang Pelaku Terungkap