Sibuk Politik, Lupa Harga Pangan

Kamis 18 Apr 2019, 06:55 WIB

PERHATIAN pemerintah sepertinya tersedot hiruk-pikuk politik bernama pemilu. Pejabat terkait seakan lupa dengan urusan pangan rakyat yang belakangan ini harganya mulai melangit. Meski bulan puasa masih dua minggu lebih, tetapi harga kebutuhan hidup di sejumlah pasar tradisional di Jakarta Barat sudah meroket. Contohnya cabe merah besar yang biasanya cuma Rp27 ribu kini harganya menjadi Rp40 ribu/Kg. Cabe merah keriting naik Rp1.000/Kg menjadi Rp18 ribu/Kg, bawang putih bulat naik Rp10 ribu/Kg menjadi Rp42 ribu/Kg. Bukan itu saja, harga telor ayam ras juga naik dari Rp24 ribu/Kg menjadi Rp25 ribu/Kg. Melambungnya harga pangan membuat kalangan ibu rumah tangga kelojotan. Mereka pusing mengatur uang belanja untuk keperluan hidup keluarganya. Kalangan ibu rumah tangga kini khawatir saat Ramadhan dan puncaknya Lebaran, harga pangan semakin tak terkendali. Pemerintah pun diminta turun tangan menstabilkan harga kebutuhan hidup yang mulai liar. Keluhan kalangan ibu rumah tangga terhadap melambungnya harga pangan sudah seharusnya direspon pemerintah. Bila tidak, maka dipastikan rakyat tergenjet harga pangan. Menyeimbangkan supply and demand (penawaran dan permintaan), mulai sekarang pemerintah sudah seharusnya mengantisipasi. Perbanyaklah stok pangan. Persiapakan bahan pangan seperti beras, minyak goreng, telor, tepung, gula, bawang, cabe dan jenis sembako lainnya yang berlimpah. Selain itu, untuk menstabilkan harga, pejabat instansi terkait perlu rajin blusukan ke pasar memantau langsung perkembangan supply and deman. Langkah ini untuk memudahkan mengambil kebijakan seperti menggelar operasi pasar bila harga pangan melonjak. Bukan itu saja pemerintah juga segera menggerakkan tim khusus Satgas Pangan. Tim beranggota lintas instansi antara lain Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Bulog, Polri dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) berbagi tugas memantau dan mengendalikan harga, serta menindak pihak-pihak yang berbuat curang. Boleh saja pemerintah fokus dengan pemilu, tetapi urusan pangan juga tidak boleh diabaikan. Jangan sepelekan gejolak harga pangan, karena persoalan yang satu ini menyangkut hajat hidup semua rakyat. @*


News Update