HARI ini, 17 April 2019, merupakan hari menentukan bagi bangsa Indonesia 5 tahun ke depan. Pileg dan Pilpres kali ini dilaksanakan serentak. Meski sama pentingnya, tapi rakyat lebih menunggu siapa presiden terpilih. Tapi ingat, siapapun yang jadi, wajib diterima secara legawa. Sebab suka atau tidak suka, itu suara mayoritas rakyat. Masa kampanye 7 bulan lamanya, dari 23 September hingga 13 April 2019 telah kita lewati dengan selamat. Meski tak bisa dibantah, di sana sini dihiasi oleh perang medsos dan berseliwerannya berita-berita hoaks. Tapi begitulah efek sampingan pemilu, sesuai dengan perkembangan teknologi informasi. Ada 16 partai yang ikut berlaga untuk Pileg, sementara Capresnya masih sama seperti Pilpres 2014, Jokowi (inkamben) lawan Prabowo Subianto selaku penantang. Selama 7 kampanye, Jokowi-Ma’rif Amin selaku paslon No. 01, bahu membahu meyakinkan rakyat bahwa mereka Capres yang layak melanjutkan kepemimpinannya di periode kedua. Begitu pula Capres Prabowo dan Cawapres Sandiaga Uno, selama 7 bulan puter kayun ke seluruh pelosok tanah air untuk mengambil hati rakyat, agar mereka mengubah pilihan kepadanya. Karena di mata Paslon No. 02, hanya merekalah yang mampu membawa Indonesia menjadi lebih baik 5 tahun ke depan. Dan hari inilah saat-saat yang menentukan itu. Rakyat tetap percaya pada Jokowi, atau ganti pilihan pada Prabowo. Tapi siapapun yang terpilih, harus diterima dengan legawa. Suka atau tidak suka, itu sudah menjadi pilihan rakyat mayoritas. Yang menang tak perlu jumawa, yang kalah juga tak perlu merasa dicurangi, lalu bertindak di luar konstitusi. Itu semua tak bisa lepas dari takdir Yang Di Atas. Sangat bagus gagasan Mahfud MD untuk mempertemukan para tokoh pendukung Jokowi dan Prabowo pasca Pilpres. Tujuannya untuk mempersatukan kembali rakyat yang terbelah gara-gara beda pilihan. Keutuhan NKRI lebih penting ketimbang terus curiga dan berandai-andai, kalau presidennya Jokowi lagi begini, kalau Prabowo begitu. Semua adalah putra terbaik bangsa. Jika tidak yang terbaik, mana mungkin dipilih oleh rakyat. Oleh karena itu, sekali lagi siapa yang terpilih harus diterima dengan legawa. Sebab Anda tidak suka pun, sebagai rakyat mau tak mau akan di bawah kepemimpinannya selama 5 tahun ke depan. Yang suka pun, juga tak ada jaminan akan diangkat jadi Dubes atau komisaris perusahaan. – (gunarso ts)
Siapapun Yang Jadi Presiden Wajib Diterima Secara Legawa
Rabu 17 Apr 2019, 07:08 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
JAKARTA RAYA
Respons Senayan City Soal Viral Pria Tendang Wanita di Food Court, Ini Pernyataan Manajemen
HIBURAN
Profil dan Pendidikan Amanda Rigby, Aktris yang Dikabarkan Akan Menikah dengan Andre Taulany
JAKARTA RAYA
Video Rekaman CCTV Pria Tendang Wanita di Mal Senayan City Viral, Tampang Pelaku Terungkap