Pemilu Bermartabat

Selasa 16 Apr 2019, 08:20 WIB

PESTA demokrasi Pileg dan Pilpres 2019 di seluruh provinsi akan berlangsung besok, 17 April. Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara Pemilu menetapkan jumlah pemilih yang masuk DPT (Daftar Pemilih Tetap) mencapai 192 juta orang, termasuk WNI yang berada di luar negeri. Pemungutan suara di luar negeri sudah dilakukan. Ada beberapa catatan penting yang perlu digaris bawahi dalam penyelenggaraan pemilu di luar negeri. Informasi yang beredar, di sejumlah negara pelaksanaan pemungutan suara karut marut alias kacau. Di Malaysia misalnya, ditemukan puluhan ribu surat suara yang sudah tercoblos. Sedangkan Sidney, Australia, pemungutan suara juga diwarnai kisruh. Ratusan WNI protes karena mereka tidak bisa menggunakan hak suara. Panitia Pemungutan Luar Negeri (PPLN) setempat beralasan waktu pemungutan suara sudah berakhir. Warga Indonesia di Sidney meminta dilakukan pemilu ulang. Di negara lainnya, seperti di Hongkong, Jerman dan Jeddah dikabarkan penyelenggaraan pemilu juga gaduh dan diwarnai protes. Penyebabnya beragam, mulai surat suara habis hingga hilangnya hak suara. Tidak lancarnya pelaksanaan pemilu di luar negeri menjadi pertanyaan besar soal profesionalitas penyelenggara pemilu. Kita berharap kegaduhan di luar negeri tidak terjadi di dalam negeri. Pemungutan suara di dalam negeri besok, lebih tertib dan bermartabat. Penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Bawaslu bertanggung jawab atas terselenggaranya pemilu yang bermartabat, bersih jujur dan adil. Begitu pula aparat kemanan baik Polri maupun TNI, wajib menjunjung tinggi profesionalitas dan menjaga netralitas, mengawal terselenggaranya pemilu agar aman dan lancar. Ikut menciptakan suasana pemilu damai dan penuh suka cita. Begitu pula parpol, politisi serta masyarakat pemilih. Terselenggaranya pemilu jurdil serta bermartabat adalah tanggung jawab bersama. Terselenggaranya pemilu damai, aman dan lancar selain menjadi cermin kedewasaan demokrasi, juga menjadi cermin sikap dan perilaku bangsa Indonesia di mata asing. Karena pemilu di Indonesia juga menjadi sorotan dunia. Ayo, ciptakan pemilu bermartabat. **


News Update