MULAI besok sudah memasuki masa tenang pemilu pileg dan pilpres. Masa tenang sudah lazim diterapkan semua negara sebelum pencoblosan dengan batasan waktu yang berbeda - beda. Ada yang menerapkan selama 48 jam seperti Argentina, Mesir, Montenegro, Nepal, dan Paraguay. Negeri tetangga Singapura selama 24 jam. Begitu juga Bosnia, Bulgaria, Armenia, Pakistan, Rusia dan Spanyol. Sementara Filipina, Selandia Baru, Slovenia, Polandua dan Italia hanya berlangsung di hari pemungutan suara. Negara kita, sesuai keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU), memberlakukan masa tenang selama 3 hari sejak Minggu hingga Selasa ( 14 - 16 April 2019). Kita berharap makin lama masa tenang diberlakukan hasilnya kian berkualitas. Kami berpendapat masa tenang akan berkualitas, jika semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pemilu mematuhi aturan masa tenang itu sendiri. Setidaknya ada tiga hal yang perlu dimaknai dari masa tenang. Pertama, membuat suasana tenang menjelang pemungutan suara. Situasi tanpa hiruk pikuk aktivitas atau kampanye politik. Kedua, memberikan kesempatan kepada pemilih untuk mempertimbangkan siapa calon yang layak dipilih. Ketiga, masa tenang untuk membersihkan semua alat peraga pemilu yang ada di ruang publik. Yang terpenting bagaimana semua pihak mampu menjaga ketenangan suasana, utamanya tanpa ada kegiatan yang menjurus kepada kampanye terselubung. Sering ada upaya- upaya yang mencoba mempengaruhi masyarakat agar memilih calon tertentu. Tidak tertutup kemungkinan berupaya mencoba membeli suara pemilih dengan imbalan uang atau barang. Meski disadari aktivitas semacam itu sebuah pelanggaran karena tergolong money politic, tetapi masih acap dilakukan dengan beragam modus agar tidak terendus sebagai pelanggaran. Mari kita ciptakan masa tenang bukan sebatas sloganitas, tetapi realitas yang didasari atas kesadaran bersama untuk menciptakan pemilu berkualitas. Beri kesempatan masyarakat berpikir secara jernih, untuk menentukan pilihan sesuai hati nurani, bukan karena intimidasi. Mari kita ciptakan masa tenang bebas dari kampanye hitam, tidak menebar isu saling menjatuhkan, apalagi menyebar uang untuk mencari dukungan. (*)
Masa Tenang Jernihkan Pikiran
Sabtu 13 Apr 2019, 06:16 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update