SEBAGIAN besar trotoar di pelosok kota Indonesia, termasuk di Jakarta memprihatinkan. Sarana pejalan kaki ini banyak berubah fungsi. Pedestrian yang seharusnya untuk pejalan kaki tetapi ditempati lapak pedagang, parkir kendaraan dan kepentingan lainnya. Di ibukota, baru sekitar 60 kilometer dari sekitar 300 kilometer trotoar yang dapat dinikmati pejalan kaki. Fasilitas itu tentu memprihatinkan karena masih timpang bila dibandingkan dengan jalan raya sepanjang 6.000 kilometer. Potret ini setidaknya terjadi di Kemang, Jakarta Selatan. Pantauan di lapangan, sebagian besar kualitas trotoar di kawasan ini cukup buruk. Selain sempit, di atas trotoar terdapat plang papan iklan yang tentunya mengurangi estetika kota. Bukan itu saja, pada titik lainnya, trotoar banyak digunakan sebagai tempat berjualan. Sedangkan di area tempat usaha, trotoar tertutup oleh kendaraan yang parkir. Tak heran bila Kemang saat ini dikenal sebagai kawasan yang rawan macet dan tak ramah pejalan kaki. Terlebih lagi saat Sabtu dan Minggu, Kemang terlihat semrawut. Kondisi ini rupanya menggugah Gubernur Anies Baswedan untuk membenahi. Malah Pemprov DKI Jakarta memastikan kawasan Kemang akan ditata seperti Jalan MH Thamrin yang ada di Jakarta Pusat dan bakal menjadi surga bagi pejalan kaki. Sesuai dengan data Dinas Kominfo DKI Jakarta, panjang trotoar di kawasan Kemang yang akan ditata lebih kurang 7 kilometer dengan lebar antara 3 meter sampai 4 meter. Bila merujuk Jalan MH Thamrin, trotoar di kawasan Kemang itu akan dilebarkan dari rata-rata 3 meter dan 4 meter yang ada sekarang ini, menjadi 10 meter sampai dengan 15 meter. Menyikapi tekad Anies tentu sebagian besar publik menyambut positif. Bukan saja mengembalikan fungsi sebagai sarana pejalan kaki semata, ditatanya trotoar Kemang bisa menjadikan kawasan itu lebih bermartabat lagi. Apalagi selain rekayasa lalu lintas, kawasan itu akan disediakan park and ride dan shuttle bus yang mengelilingi Kemang, sehingga memudahkan pelancong berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya tanpa repot mencari tempat parkir. Bila semua rencana berjalan mulus, potensi Kemang menjadi kawasan pelesiran dan kuliner kelak akan lebih tergali lagi. Linier dengan itu, diharapkan bisa mendongkrak perekonomian warga. Kita tunggu realisasi impian itu. @*
Menjadikan Kemang Lebih Bermartabat
Kamis 11 Apr 2019, 05:45 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update