Fokuslah Tangani Banjir

Senin 08 Apr 2019, 06:59 WIB

BANJIR masih mengancam Jakarta. Banyak faktor yang menyebabkan air bah dari masa ke masa menjadi momok warga. Selain ibukota terletak di bawah permukaan laut, ancaman ini karena normalisasi sungai belum tuntas. Catatan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), hingga kini tak kurang 129 atau 48 persen dari 267 kelurahan yang ada di Jakarta masih rawan banjir. Ancaman banjir lantaran sungai yang ada di sekitar kelurahan-kelurahan itu meluap. Sungai yang berpotensi meluap antara lain Angke, Pesanggrahan, Krukut, Ciliwung Kelurahan, Kanal Banjir Barat, Ciliwung Lama Kelurahan, Sunter, Cipinang Kelurahan, daan Cengkareng Drain. Belum tuntasnya noramalisasi sungai karena terganjal pembebasan lahan yang ada di bantaran. Meminimalisasi banjir, sejauh ini pemerintah hanya mengeruk sungai yang sedimentasi atau pengendapannya tinggi. Namun, untuk mengatasi banjir langkah ini tak seefektif normalisasi. Merujuk alasan ini, publik pun mendorong Pemprov DKI Jakarta menuntaskan pembebasan lahan yang ada di bantaran sungai. Sosialisasilah secara masif seputar pentingnya normalisasi sungai, sehingga semua pihak menyadari. Gubernur Anies Baswedan juga perlu bersikap tegas terhadap pihak yang mengganjal proses normalisasi sungai. Berikan opsi atau penggantian yang tidak merugikan warga. Meminjam pendapat Nirwono Yoga, pegamat perkotaan, setidaknya ada lima penanganan banjir di Jakarta yang harus dilakukan. Pertama, naturalisasi 13. Kedua, revitalisasi 44 waduk dan 14 situ yang masih terlantar. Pemprov DKI Jakarta harus merehabilitasi seluruh saluran air dari skala mikro hingga terhubung dengan baik. Langkah berikutnya segera menjadikan daerah terbuka hijau sebagai daerah resapan. Terakhir, optimalisasi halaman rumah, kantor, dan lainnya. Selain lima langkah itu, Anies juga perlu meningkatkan koordinasi dengan pimpinan daerah penyangga, seperti membangun waduk dan menjaga resapan air di hulu. Kini publik berharap Anies fokus mengatasi banjir, sehingga ibukota bisa lepas dari air bah yang setiap musim hujan meski tak diundang tetapi selalu datang. Apalagi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta itu berlmpah yakni tembus Rp89, 08 triliun. @*


News Update