POLUSI udara di Jakarta sudah melampaui ambang batas wajar. Malah, dikabarkan berada di posisi pertama dalam indeks kualitas udara terburuk di dunia. Kondisi mengkhawatirkan ini mengundang perhatian serius Gubernur Anies Baswedan. Pemprov DKI Jakarta pun mewacanakan mengoperasikan bus listrik. Tim khusus segera dibentuk. Mereka nantinya ditugaskan melakukan kajian seputar bus listrik ke China. Diharapkan dengan bus listrik bisa mengurangi tingkat pencemaran udara di Jakarta. Kenapa harus ke China? Karena kabarnya pada 10 tahun lalu banyak kota di negeri itu yang polusinya di ambang batas, tetapi kini sudah tidak masuk daftar terkotor lagi lantaran pemerintahnya mengalihkan angkutannya dengan bus listrik. Tingginya polusi udara di ibukota sebenarnya sudah lama. Mengatasi kondisi buruk itu, berbagai cara sudah dilakukan. Mulai dari memindahkan pabrik-pabrik ke luar kota, memberlakukan car free day (hari bebas kendaraan bermotor), hingga menerapkan pembatasan berlalulintas lainnya. Hanya saja cara ini tidak banyak menolong mengatasi pencemaran udara di ibukota. Polusi udara dari masa ke masa tetap saja tinggi. Malah pegiat lingkungan Green Peace menilai polusi di Jakarta dikategorikan sangat berbahaya karena sudah di atas ambang batas wajar. Setidaknya ada sejumlah penyebab terjadinya polusi yang maha dahsyat di Jakarta. Namun, paling utama adalah pencemaran udara disebabkan dari kendaraan bermotor. Jumlah kendaraan bermotor yang beroperasi di Jakarta dari hari ke hari terus bertambah. Seiring dengan itu tentu meningkatkan emisi kendaraan bermotor dan mengakibatkan pencemaran udara. Bahkan, berdasarkan data Perhimpunan Studi Pengembangan Wilayah, tak kurang dari 18 juta kendaraan bermotor setiap hari keluyuran di jalanan Jakarta. Merujuk fakta itu, wacana Anies mengoperasikan bus listrik di ibukota sudah pasti mendapat apresiasi. Sebagai proyek percontohan, dia bisa mengganti semua mobil dinas atau operasional di jajaran Pemprov DKI Jakarta dengan kendaraan listrik. Apalagi kendaraan listrik bukan saja mengurangi polusi, tetapi juga bisa menghemat biaya dibandingkan dengan mobil konvensional. Kini saatnya semua pihak beraksi mengurangi polusi, bukan tatarannya sebatas wacana semata. @*
Berharap Bus Listrik Tak Sekadar Wacana
Senin 01 Apr 2019, 07:30 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update